nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orang Gemuk Rentan Alami Kekurangan Cairan, Begini Mengatasinya

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Senin 29 Oktober 2018 22:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 29 481 1970555 orang-gemuk-rentan-alami-kekurangan-cairan-begini-mengatasinya-f21wjngEom.jpg Ilustrasi (Foto: Healthline)

SEKIRA 70 persen tubuh manusia terdiri dari air. Karena itu, jika terjadi kekurangan cairan pada tubuh dapat mengakibatkan risiko bagi kesehatan.

Saat kekurangan terlalu banyak cairan dalam tubuh, maka Anda akan mengalami dehidrasi dan merasakan berbagai efeknya. Mulai dari kurang fokus, hingga perubahan suasana hati (mood) dari baik menjadi buruk. Selain itu, ada efek lain yang lebih bahaya dari kurangnya cairan tubuh.

"Justru ini yang lebih berbahaya, karena ini membuat semua organ tubuh kita tidak berfungsi optimal. Contohnya ketika kita kehilangan cairan, bahkan kalau banyak kehilangan cairan bisa masuk ke kondisi kejang," ungkap dr Haekal Anshari, M.Biomed saat ditemui dalam peluncuran Ion Water belum lama ini di Jakarta.

 

Menanggapi orang-orang yang membatasi jumlah cairan ke tubuh, dr Anshari mengatakan hal tersebut tidak direkomendasikan. Sebab menurutnya, jika ingin menurunkan berat badan, yang harus Anda kurangi adalah lemak, bukan cairan. Ia juga menyebut orang yang memiliki tubuh gemuk rentan mengalami kekurangan cairan.

 (Baca Juga:4 Hal yang Harus Dilakukan Penumpang saat Pesawat Mendarat Darurat di Perairan)

"Obesitas atau gemuk itu terjadi karena kelebihan lemak. Justru orang yang lemaknya banyak, kandungan cairannya rendah karena sel lemak sedikit mengandung cairan. Makanya orang gemuk ini sebetulnya rentan mengalami kekurangan cairan. Makanya kalau ingin turun berat badan, lemaknya dikurangin, bukan cairannya," ujar dr Haekal.

Kendati demikian, dr Haekal juga tidak merekomendasikan seseorang untuk melakukan diet air putih saja. Diet air putih adalah diet yang dilakukan dengan hanya mengonsumsi air putih dalam sehari tanpa ditunjang asupan makanan lain. Diet ini sempat booming dua tahun lalu, namun masih ada yang melakukan hingga sekarang.

 

"Itu yang tidak tepat. Kalau ingin turun berat badan, yang harus diperhatikan adalah mengatur jumlah kalorinya. Tapi tetap memenuhi asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat. Tinggal perhatikan porsinya dan jenisnya," jelas dr Haekal.

 (Baca Juga:Potret Menggemaskan Anak-Anak Kardashian di Bali, Terlihat Damai!)

Ia melanjutkan, diet bisa dilakukan dengan mengganti mengonsumsi nasi putih menjadi nasi merah atau gandum. Anda juga bisa mengganti konsumsi ayam goreng menjadi ayam rebus. Cara ini dinilai lebih sehat untuk tubuh.

"Jika dulu kita makan ayam goreng, sekarang ayamnya direbus. Pilih seperti dada ayam," ujarnya.

Untuk menunjang kebutuhan cairan dalam tubuh, dr Haekal juga merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi minuman elektrolit atau minuman yang mengandung ion. Hal ini bisa berguna untuk mengganti sejumlah ion dalam tubuh yang produksinya sangat sedikit.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini