nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasangan Gay Pinguin Ini Berhasil Lahirkan Seekor Bayi di Musim Kawin

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 30 Oktober 2018 13:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 30 196 1970913 pasangan-gay-pinguin-ini-berhasil-lahirkan-seekor-bayi-di-musim-kawin-cMXoIbDCJv.jpg Bayi pinguin lahir (Foto: VT)

SETIAP makhluk hidup di dunia, pasti memiliki kekurangan. Sama seperti seorang manusia, hewan pun bisa memiliki gangguan seksual yang membuatnya terlihat menyimpang dengan menyukai sesama jenis.

Memang sedikit aneh melihat seekor hewan dengan penyimpangan seksual seperti ini. Namun, pada kenyataannya hal ini memanglah terjadi. Sea Life Sydney Aquarium di Australia, para perawat hewan memperhatikan bahwa dua penguin laki-laki, Sphen dan Magic, menjadi tidak terpisahkan.

Baca juga:

Meskipun keduanya berjenis kelami laki-laki, namun kedekatan antara keduanya menjadi semakin intens. Selama musim kawin, pasangan itu terus-menerus terlihat berenang dan bergoyang-goyang bersama, layaknya sebuah pasangan pada umumnya.

Kemudian mereka mulai memberikan satu sama lainnya kerikil, sebagai tanda yang jelas tentang minat romantis. Sebagaimana diketahui, bagi penguin, kerikil seperti berlian, menunjukkan bahwa mereka ingin menjadi pasangan.

Melansir VT, Selasa (30/10/2018), pengelola akuarium dengan cepat menyadari Sphen dan Magic telah membentuk ikatan yang serius.

"Mereka mengenali panggilan dan suara masing-masing. Hanya penguin yang terikat hubungan serius yang dapat berhasil menemukan pasangan mereka menggunakan panggilan mereka ketika mereka dipisahkan." kata Pengawas Departemen Pengawal Tish Hannan.

Ketika pasangan ini membangun sarang dari batu, pengasuh memberi mereka telur palsu untuk berlatih menginkubasi. 

Tidak seperti banyak mamalia, penguin jantan dan betina memainkan peran pengasuhan yang sama, dan membagi tugasnya sebesar 50/50. Selama masa inkubasi, satu orang tua duduk di atas telur, sementara yang lain berdiri berjaga, melindungi sarang mereka dari pencuri dan tetangga yang ingin melihatnya.

Setelah Sphen dan Magic menampilkan keterampilan alami dan kegembiraan luar biasa, mereka lantas diberi telur asli. Telur tersebut berasal dari pasangan penguin lain di akuarium yang kebetulan menetaskan dua telur.

Betina yang lahir pertama kali cenderung memiliki keuntungan karena memiliki potensi hidup lebih besar. Para betina biasanya meninggalkan bayi kelahiran kedua untuk berjuang sendiri, atau bahkan mati, karena tidak dapat bersaing.

“Memberikan telur kepada pasangan biologis Sphen dan Magic adalah hasil terbaik untuk semua pasangan penguin dan masa depan telur mereka," jelas Hannan.

Pada 19 Oktober 2018, bayi asuh dari pasangan pinguin jantan ini lahir, dengan berat 91-gram. Akuarium men-tweet foto burung menggemaskan ini yang dijuluki Sphengic.

"Baby Sphengic sudah mencuri hati kami! Kami suka menyaksikan orang tua yang bangga menyayang dan bergiliran merawat bayinya layaknya seekor betina," kata Hannan.

Sekarang Sphen dan Magic adalah seorang ayah. Bayi mereka adalah sensasi viral, sama seperti mereka. Hingga saat ini belum diketahui jenis kelamin yang dimiliki baby Sphengic. Seperti yang dijelaskan dalam tweet, penguin pria dan wanita tidak memiliki perbedaan fisik, sehingga jenis kelamin hanya dapat ditentukan oleh DNA.

Mereka tidak dapat melakukan tes sekarang, karena hal itu berbahaya untuk mengambil darah dari bayi yang baru lahir, jadi mereka berencana untuk melakukannya dalam dua bulan ke depan.

"Karena kami telah memberi Sphen dan Magic kesempatan untuk memiliki musim kawin yang berpotensi sukses. Jadi akan sangat mungkin bagi mereka untuk kembali bersama satu sama lain pada tahun depan," kata Hannan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini