Yuk Nikmati Sajian di Kantin Seni Kandang Jurang Doank!

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 30 Oktober 2018 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 30 298 1971054 yuk-nikmati-sajian-di-kantin-seni-kandang-jurang-doank-qMhWFQDqRa.jpg Kandang Jurank Doank (Googl)

ADA yang spesial di kantin seni Kandang Jurang Doank (KJD) di Kompleks Alvita, Blok Q No. 14, Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kantin seni yang dibuka sejak awal 2018 ini menyajikan menu utama baladoank. Dengan daging cincang yang renyah, pedas yang pas, dan nasi putih, sajian baladoank olahan Mirna Yuanita, menjadi istimewa. Apalagi dengan nuansa kantin yang sangat nyeni, lengkap dengan lukisan dari Edy Bonetski, dan sajian live music anak-anak latihan KJD, kantin seni menjadi tambah unik.

Mirna Yuanita, pemilik kantin seni KDJ mengatakan, baladoank merupakan sajian yang biasa dimakan keluarga di rumah. Sajian khas ini merupakan menu turunan keluarga Dik Doank dari pihak neneknya.

 Baca juga:Pramugari, Sosok Pahlawan yang Sering Dipandang Sebelah Mata

Kandang Doank (Koran Sindo)

”Yang membuatnya beda dengan balado lain, dagingnya lebih renyah dan cara memasaknya butuh proses lama,” kata Mirna saat berbincang-bincang.

Jika daging balado lainnya keras dan agak lembek serta memiliki ukuran yang besar, baladoank memiliki ukuran sudah dipotong kecil-kecil atau disuwir sehingga daging balado menjadi kering dan renyah.”Bumbunya sama dengan resep makanan di rumah. Selain balado, di kantin ini juga tersedia nasi goreng, kentang goreng, dan indomie. Jadi resep rumahan,” ungkapnya.

 Baca juga: Sahabat Citra Novita Pramugari Lion Air JT 610 Berharap Masih Ada Keajaiban, Pesannya Mengharukan

Awalnya, Mirna mengatakan, kantin seni ini tidak memiliki konsep. Namun, lambat laun berkembang menjadi ajang tampil para anak latihan seni rutin di KDJ.”Awalnya, Rata, anak pertama saya bilang, daging baladonya enak. Kemudian dia minta kenapa tidak dijadikan menu sajian di kantin seni Kandang Jurang Doank. Baru kemudian, saya akhirnya buka,” ujarnya. Sejak pertama dibuka, Mirna mengaku kantin seni KDJ tidak terlalu ramai. Namun, sejak ada menu andalan baladoank dan sajian minuman dingin lainnya, secara berangsur kondisi kantin menjadi ramai.

”Sebelumnya warung ini ada, tapi kurang segar dilihatnya, gelap. dan lain-lain. Intinya, ke depan warung ini akan menjadi medium bagi anak-anak yang sedang belajar untuk menyalurkan karyanya,” ujarnya. Penasaran dengan sajian menu rumahan keluarga Dik Doank, Anda bisa berkunjung pada waktu-waktu berikut. Mulai Selasa buka pukul 10.00 untuk jenis makanan berat. Sedangkan untuk minuman segar dan kopi baru bisa dibuka pukul 16.00 sampai 23.00 WIB. Kantin tutup alias libur pada Senin. Sementara pada Sabtu dan Minggu, kantin buka mulai dari pagi karena ada kelas belajar tari dan gambar.

 Baca juga: Gaya Liburan Kim dan Kourtney Kardashian di Bali, Ada yang Pakai Bikini Neon!

“Kalau makan beratnya pukul 10 pagi sudah buka, khusus kopi jam 4 sampai 11 malam. Liburnya Senin. Kalau Minggu kita fokus ke kelas karena rame. Kita buka dari jam 8 pagi dan ada akustikan,” katanya. Rata, anak pertama Dik Doank menyatakan, kantin seni KDJ merupakan bagian tidak terpisahkan dari KDJ untuk menyediakan makan dan minuman bagi para pengunjung.”Sebenarnya ini masih satu kesatuan dari KDJ. Kami memang sedang terus berbenah. Tetapi rencananya, di sini akan laboratorium bagi anak-anak yang sedang belajar untuk menyalurkan hasil latihannya,” katanya. Sementara itu, Fatmawati, pengajar kelas kreativitas dan menggambar KDJ mengatakan, dengan adanya kantin seni KDJ, para siswa jadi punya ruang ekspresi.

“Kantin ini bisa menjadi ruang ekspresi bagi para siswa yang ingin menyalurkan hasil proses kreatif mereka dalam kelas Sabtu-Minggu. Kami ada beberapa kelas yang sudah mulai berjalan,” ujarnya. Kelas-kelas itu terdiri dari kelas menari, melukis, dan musik. Semua yang ingin mengikuti kelas tidak dipungut biaya atau gratis dan sangat terbuka untuk umum.”Pendidikan dalam kelas ini sangat penting sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas anak. Kayak kelas gambar, kita belajar gambar bukan untuk menjadi pelukis, tapi belajar kreatif,” katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini