nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Hal Ini Wajib Diperhatikan Pihak Sekolah dalam Menyikapi Kasus Penculikan Anak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 17:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 31 196 1971471 3-hal-ini-wajib-diperhatikan-pihak-sekolah-dalam-menyikapi-kasus-penculikan-anak-7vHugtOttD.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BELUM lama ini beberapa wilayah di Indonesia diramaikan dengan kasus penculikan anak. Hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagi orangtua murid dan juga pihak sekolah.

Ya, tidak bisa secara maksimal memantau anak-anak di sekolah, menjadi celah untuk para oknum penjahat ini menjalankan aksinya. Tapi, sebetulnya pihak sekolah bisa melakukan hal-hal sederhana yang mampu meminimalisir terjadinya kasus penculikan anak di lingkungan sekolah.

Seperti yang dijelaskan Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., pihak sekolah bisa menjadi benteng terkuat bagi anak-anak ketika dia berada di lingkungan sekolah. Dengan adanya ketegasan dan peraturan yang ketat, tentunya bisa meminimalisir terjadinya kasus penculikan anak.

 (Baca Juga:Bocah Berusia 10 Tahun 'Diusir' dari Restoran karena Ajak Pacarnya Berkencan)

Pada Okezone, Psikolog Mei menjelaskan bahwa ada tiga upaya serius yang harus diperhatikan pihak sekolah terkait kasus ini. Hal pertama adalah memastikan dengan siapa si anak pulang. Ini menjadi penting karena beberapa kasus penculikan juga terjadi sepulang si anak sekolah.

 

"Jangan membiarkan anak pulang sendirian tanpa sepengetahuan dan memastikan dengan siapa si anak pulang," terang Psikolog Mei melalui pesan singkat pada Okezone, Rabu (31/10/2018).

Jika si anak diantar-jemput dengan 'jemputan' maka pastikan bahwa dia benar-benar naik mobil jemputan. Pada kasus lain, misalnya si anak menggunakan transportasi online, maka pihak sekolah menurut Mei punya tanggung jawab untuk memesankan si anak transportasi online tersebut.

 (Baca Juga:Terlilit Hutang, Pria Asal Amerika Serikat Ini Memutuskan Tinggal di Desa Terpencil India)

"Hal ini guna terjalinnya koordinasi antara orangtua dengan para guru," sambungnya.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah ketika si anak memang terbiasa berangkat dan pulang dengan orangtua, maka guru mesti tahu betul dengan orangtua itu. Jadi, ketika si anak pulang tidak dengan orang biasanya, ini bisa menjadi bahan pertimbangan.

"Guru mesti memastikan orang-orang atau anggota keluarga yang menjemput si anak, kalau memang berbeda, koordinasi dengan orangtua si anak," tegasnya.

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah pihak sekolah harus melakukan pendekatan pada siswa-siswi agar mereka merasa nyaman menyampaikan segala sesuatu ke gurunya.

"Ini penting, apabila si anak merasa ada perilaku orang dewasa yang tidak dikenalinya atau tindakan orang asing tersebut terasa aneh," tambahnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini