Psikolog: Kasus Penculikan Anak adalah Kejahatan Modern

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 196 1971485 psikolog-kasus-penculikan-anak-adalah-kejahatan-modern-1MYVfNk6qk.jpg Kasus penculikan anak (Foto:Crypovest)

SECARA mengejutkan, belum lama ini beberapa daerah di Indonesia dihebohkan dengan beredarnya kabar penculikan anak. Meski beberapa informasi diketahui hanya hoax!

Tapi, yang menjadi catatan di sini bahwa bahaya penculikan anak masih tetap harus diwaspadai. Pemahaman mengenai bagaimana sikap sebagai orangtua terhadap kasus ini menjadi penting.

Sebagai orangtua, Anda juga diminta untuk "melek" motif para penculik yang makin ke sini makin tidak bisa ditebak. Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., memaparkan bahwa sekarang ini kasus penculikan anak bisa bermotif orang gila, ibu hamil, keluarga yang minta jemput, pedagang asongan, hingga pencari kontrakan kosong.

 Bocah Berusia 10 Tahun 'Diusir' dari Restoran karena Ajak Pacarnya Berkencan

Dari kacamata psikolog sendiri, sebetulnya hal apa yang kemudian bisa dilakukan orangtua dalam mewaspadai kasus ini dan menjauhkan si anak dari pelaku?

Khusus pada Okezone Psikolog Mei menjelaskan bahwa ini merupakan tugas orangtua di mana mereka harus memastikan keamanan dan kenyamanan anak di lingkungan yang mendukung perkembangan dirinya.

"Hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan upaya pencegahan sedini mungkin," paparnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (31/10/2018).

Psikolog Mei coba menjelaskan apa itu penculikan lebih jauh. Jika merujuk pada referensi Conztanzo (2008), penculikan termasuk dalam salah satu kejahatan modern yang paling menarik. Sebab, efek psikologis terjadi pada tawanan, penculik, dan keluarga tawanan.

Penculikan terhadap anak adalah tindak kejahatan yang sangat meresahkan, karena mengorbankan anggota masyarakat dan kadang yang tidak mampu mempertahankan diri, seperti anak-anak PAUD dan TK.

Terlilit Hutang, Pria Asal Amerika Serikat Ini Memutuskan Tinggal di Desa Terpencil India

"Dampak psikologis yang ditimbulkan pun tidak sederhana, karena biasanya menimbulkan masalah pada perkembangan emosi dan kejiwaan pada anak-anak," papar Psikolog Mei.

Hal ini juga dikarenakan proses penculikan dapat menimbulkan trauma mendalam pada anak yang mana memori buruk tersebut dapat terbawa hingga remaja bahkan dewasa.

"Karena itu, orangtua mesti dengan sangat bijak menjelaskan kepada si anak terkait kasus ini dan melakukan upaya yang bisa dilakukan si anak ketika dihadapkan pada kasus ini," tambahnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini