10 Tips Menghindarkan dan Melindungi Anak dari Penculikan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 196 1971494 10-tips-menghindarkan-dan-melindungi-anak-dari-penculikan-aZJ1CFgwnk.jpg Ilustrasi (Foto: RD)

PENCULIKAN anak menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orangtua sekarang. Kasus ini kembali mencuat meskipun beberapa dinyatakan hoax oleh pemerintah.

Tapi, sebagai pencegahan dan upaya memberikan keamanan pada anak, orangtua mesti memerhatikan lebih aktivitas anak di luar rumah. Sebab, beberapa kasus penculikan terjadi ketika si anak sedang jauh dari pengawasan orangtua.

Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., menjelaskan bahwa orangtua memiliki peranan penting dalam hal ini. Sebab, memberi keamanan dan kenyamanan pada anak menjadi tugas mereka sebagai orangtua. Nah, secara khusus pada Okezone, Psikolog Mei menuturkan 10 hal yang dapat dilakukan orangtua dan hal ini harus ditanamkan pada anak sedini mungkin. Ya, dengan tujuan si anak terhindar dari kasus penculikan anak.

1. Mengajari merespons situasi

Mengajari anak cara merespons situasi yang membahayakan. Misalnya harus berteriak minta tolong kepada orang lain ketika ada orang yang tidak dia kenal memaksanya untuk ikut pergi bersama.

"Untuk anak yang sudah dapat mengingat nomor telpon orangtua, dapat dibekali nama orangtua, menghapal nomor hp orangtua, dan alamat rumahnya," papar Mei.

 (Baca Juga:Bocah Berusia 10 Tahun 'Diusir' dari Restoran karena Ajak Pacarnya Berkencan)

2. Ajari anak untuk waspada

Ajari anak agar waspada kepada orang yang baru dikenal. beri tahu dia bahwa tidak boleh mudah percaya, apalagi saat orang tersebut memberikan makanan, permen, atau sesuatu yang menarik perhatiannya. Orangtua juga harus mengajarkan kepada si anak untuk bisa menolak pemberian dari orang asing. Ini sangat penting terutama ketika tidak ada orangtua di sampingnya.

3. Beri pengertian dengan bahasa sederhana

Berikan pengertian menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak tentang bahaya ikut bersama orang yang tidak dikenal. Bagaimana ciri-ciri orang jahat, hal-hal apa yang harus dilakukan apabila bertemu dengan orang jahat, dan bagaimana menghindari orang jahat.

 (Baca Juga:Terlilit Hutang, Pria Asal Amerika Serikat Ini Memutuskan Tinggal di Desa Terpencil India)


4. Pastikan anak di samping orangtua

Tekankan pada anak untuk selalu berada di samping orangtua jika bepergian di tempat yang ramai. Ajarkan juga pada si anak apa yang harus dilakukan bila tersesat atau terpisah dari orangtua. "Beritahu ke anak untuk tidak boleh pergi sendiri ke suatu tempat tanpa didampingi orangtua, kakak atau orang yang bisa dipercaya," saran Mei.

5. Ajari bela diri

Anak perlu diajarkan cara membela diri. Apabila ada orang asing yang ingin memaksanya pergi, anak sudah tahu yang harus dilakukan. Misalnya dengan menggigit, menendang, atau berteriak agar anak bisa melepaskan diri dari penculik. Hal yang paling penting adalah mengajarkan anak mana area tubuhnya yang tidak boleh disentuh orang lain.

6. Ajarkan anak untuk tidak menyendiri

Biasakan anak bermain dengan teman-temannya. Apabila jam pulang sekolah sudah tiba, ajarkan anak untuk menunggu penjemput sambil bermain dengan teman-temannya. "Sebagai orangtua, Anda juga jangan lupa untuk berkoordinasi dengan guru atau sekolah," katanya.

7. Biasakan cerita

Membiasakan anak untuk selalu bercerita tentang apapun yang mereka alami. Itu sebabnya orangtua harus selalu memiliki waktu dan perhatian untuk mendengarkan apa saja yang anak alami hari ini.

"Dengan begitu anak terbiasa bercerita, terbuka dan orang tua tahu kondisi di sekitar lingkungan anak. Tidak kalah pentingnya, kerjasama dengan sekolah atau guru dan tetangga agar bisa saling bekerjasama untuk menjaga anak-anak dari bahaya penculikan," ungkapnya.

 

8. Jangan tinggalkan anak sendiri

Orangtua tidak boleh meninggalkan anak sendirian dan lepas dari pandangan. "Saat berjalan-jalan dengan anak, usahakan tidak melepaskan pandangan dari anak. Ajarkan agar anak tidak terlalu jauh dari orangtuanya," tegasnya.

 (Baca Juga:Pesta Halloween, Anak Kecil Bawa Kepalanya Sendiri Berkeliling Minta Permen Viral)

9. Latih kemandirian

Saat berada di sekolah, bekali anak dengan melatih kemandirian secara bertahap untuk pergi dan pulang sekolah sendiri, serta ajarkan kepada anak agar mengomunikasikan kepada guru apabila ada yang berprilaku aneh di sekolah.

10. Hindari mengekspose anak

Untuk orangtua, sebisa mungkin hindari terlalu mengekspose anak-anak Anda, misal di sosial media, yang dapat mengundang orang untuk melakukan kejahatan. Salah satunya tren menulis nama-nama anggota keluarga di kaca mobil.

Misal di kaca mobil belakang sering ditulis: ayah, bunda, Naila, Kevin. "Hal tersebut ternyata membuat orang-orang mendaptakan informasi tentang keluarga anda, sehingga lebih mudah melakukan kejahatan," tegasnya.

So, dengan mengetahui hal-hal ini, semoga orangtua semakin baik dalam menjaga keamanan anak. Dengan begitu, kasus penculikan anak bisa terus ditekan dan tidak ada lagi anak-anak dan orang lain yang menjadi korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini