Fakta Terbaru: Cokelat Sudah Dikonsumsi 700 Tahun Sebelum Pembangunan Piramida Agung di Mesir

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 298 1971347 fakta-terbaru-cokelat-sudah-dikonsumsi-700-tahun-sebelum-pembangunan-piramida-agung-di-mesir-O4NRzAZS4W.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

FAKTA baru mengungkapkan bahwa cokelat sudah dikonsumsi sejak 5.300 tahun yang lalu. Masyarakat di pemukiman kuno dataran tinggi tenggara Ekuador menjadi saksi keberadaan buah yang banyak diolah tersebut.

Dikutip Okezone dari New York Post, Rabu (31/10/2018), para ilmuwan meneliti artefak keramik di situs arkeologi Santa Ana-La Florida, sebuah desa dan pusat upacara yang sangat terawat yang merupakan bagian dari budaya Andes Mayo-Chinchipe di Andes dan menemukan banyak bukti penggunaan buah kakao, dari mana cokelat dibuat.

Studi ini menunjukkan kakao mulai diolah kira-kira 1.500 tahun lebih awal dari yang diketahui sebelumnya dan itu terjadi di Amerika Selatan bukan di Amerika Tengah, seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga: Bocah Berusia 10 Tahun Diusir dari Restoran karena Ajak Pacarnya Berkencan

Image result for cokelat shutterstock, okezone

Pohon cemara tropis yang disebut Theobroma cacao mengandung buah oval besar berisi biji kakao seperti kacang yang saat ini dipanggang dan berubah menjadi cokelat dan banyak olahan cokelat lainnya. Ya, meskipun cokelat pada saat itu hanya dikonsumsi sebagai minuman.

Para ilmuwan menemukan bukti penggunaan kakao di situs itu selama periode mulai 5.300 tahun lalu, lebih tua 700 tahun sebelum pembangunan Piramida Agung Giza di Mesir kuno, hingga 2.100 tahun yang lalu.

Mereka menemukan biji kakao tepung dalam bejana keramik dan pecahan tembikar. Mereka juga mendeteksi residu dari senyawa pahit yang ditemukan di pohon kakao tetapi bukan dalam jenisnya yang liar. Hal ini menjadi bukti lain bahwa pohon itu ditanam oleh orang untuk keperluan makanan, serta fragmen DNA dari pohon kakao.

Baca Juga: Mau Hidup Lebih Bahagia? Cukup Sediakan 10 Menit untuk Latihan

Image result for cokelat shutterstock, okezone

"Mereka jelas mengolahnya sebagai minuman, seperti yang ditunjukkan dalam kehadirannya di panci dan mangkuk pengaduk," kata antropolog dan arkeolog Universitas Michael Columbia, Michael Blake, yang membantu memimpin penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Ecology & Evolution itu.

“Kehadiran butiran pati kakao kemungkinan berarti bahwa mereka menggiling benih untuk membuat minuman dan meskipun kami tidak yakin mereka juga melakukan fermentasi benih, yang jelas kakao itu sebelumnya diolah dengan menggilingnya,” tambah Blake.

Lebih lanjut lagi, bukti arkeologis menunjukkan domestikasi cacao terdistribusi ke Amerika Tengah dan Meksiko sekitar 4.000 tahun yang lalu. Sebelum penakluk Eropa tiba di Amerika lima abad yang lalu, peradaban besar seperti suku Aztec dan Maya menyiapkan cokelat sebagai minuman yang dicampur dengan berbagai bumbu atau bahan lainnya.

“Buah kakao masak yang baru dipetik memiliki ampas manis yang lezat dan bahan itu dicampur bersama semua bahan dan memiliki rasa coklat yang sangat ringan,” kata Blake.

“Permen cokelat yang Anda konsumsi sekarang mengandung banyak gula dan ini sangat berbeda dari penggunaan kakao asli yang dilaporkan dalam catatan sejarah dari tahun 1500-an dan 1600-an," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini