nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berwisata ke 3 Museum yang Miliki Ikatan Sejarah Sumpah Pemuda

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 17:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 31 406 1971556 berwisata-ke-3-museum-yang-miliki-ikatan-sejarah-sumpah-pemuda-QBRwEc283W.JPG Museum Kebangkitan Nasional (Foto: Pradita/Okezone)

OKTOBER bisa dikatakan salah satu bulan momentum untuk Indonesia, sebab setiap tanggal 28 Oktober diperingati Hari Sumpah Pemuda. .

Sebagai generasi penerus bangsa di zaman sekarang, memaknai Sumpah Pemuda bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan berwisata sejarah ke tiga museum di Jakarta yang memang memiliki ikatan sejarah terkait Sumpah Pemuda. Yakni Museum MH Thamrin, museum Sumpah Pemuda, dan Museum Kebangkitan Nasional.

Nah, sebelum berwisata sejarah. Ada baiknya kita untuk mengetahui dulu sejarah perihal tiga museum tersebut. Berikut pemaparan singkatnya di bawah ini.

1. Museum MH Thamrin

Gedung museum satu ini dulu digunakan sebagai tempat digelarnya Kongres Partai Nasional Indonesia pada 1928, Kongres Persatuan Arab Indonesia 1935, Kongres Gabungan Partai Indonesia pada 1939, serta sebagai tempat pendidikan perguruan rakyat. Museum ini memiliki foto reproduksi, radio, dan barang-barang peninggalan Mohammad Husni Thamrin (MH Thamrin), serta kepustakaan tentang perjalanan perjuangan MH Thamrin dalam Pergerakan Nasional Indonesia.

Museum MH Thamrin

MH Thamrin yang lahir pada 16 Februari 1894 ini disebutkan sempat bekerja di Kantor Kepatihan Batavia dan KPM lalu baru menjadi anggot Gemeenteraad (Dewan Kota) kemudian menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat). Kiprahnya dalam pergerakan nasional, berjuang untuk rakyat, kemajuan masyarakat pribumi, hingga puncaknya menuntut Indonesia untuk berpalemen dan merdeka.

Museum MH Thamrin

2. Museum Sumpah Pemuda 

Merupakan tempat bersejarah di mana Sumpah Pemuda dibacakan pada 28 Oktober 1928. Museum ini sendiri berlokasi di Jalan Kramat Raya No.106, Jakarta. Bangunan ini awalnya disebut sebagai gedung Kramat 106 dan pernah dihuni oleh beberapa tokoh pergerakan, mulai dari Muhammad Yamin, Amir Sjarifuddin, Soegondo Djojopoespito dan berbagai tokoh lainnya.

Museum Sumpah Pemuda

Dulu, sejak tahun 1926 gedung ini menjadi markas Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), karena sering dipakai kegiatan pemuda yang sifatnya nasional maka para penghuni menamakan gedung ini dengan nama Indonesische Clubhuis atau tempat resmi pertemuan pemuda nasional sejak 1927. Kini di museum Sumpah Pemuda sudah ada sekitar 2867 koleksi yang bisa dilihat oleh masyarakat umum.

Museum Sumpah Pemuda

3. Museum Kebangkitan Nasional

Adalah sebuah gedung yang dibangun sebagai monumen tempat lahir dan berkembangnya kesadaran nasional dan juga organisasi pergerakan modern pertama kali dengan nama Boedi Oetomo.Sebelum berubah fungsi jadi museum, bangunan ini dahulunya adalah sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda dengan nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau biasa disingkat sebagai STOVIA alis sekolah dokter bumiputra.

Museum Kebangkitan Nasional

Dalam perjalanannya, disebutkan gedung yang punya luas sekitar 15.742 meter persegi pada 1899 ini selalu beralih fungsi. Menariknya, di dalam museum ini juga terdapat beberapa yayasan. Mulai dari Pembela Tanah Air, Perintis Kemerdekaan dan Lembaga Perpustakaan Dokumentasi Indonesia dan juga Yayasan Idayu, maka dari itu untuk mempersatukan semuanya, gedung ini diberi nama Museum Kebangkitan Nasional.

Museum Kebangkitan Nasional

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini