Hati-Hati, Kelamaan Jomblo Tingkatkan Risiko Demensia 40%

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 481 1971317 hati-hati-kelamaan-jomblo-tingkatkan-risiko-demensia-40-hlzZ3zRHAP.png Ilustrasi. (Foto: CBHS)

JIKA Anda merasa bahwa selama Anda sendiri Anda baik-baik saja dan masih bisa bahagia, pikirkan lagi hal tersebut. Anda merasa masih bisa survive dengan hal tersebut, tapi fakta menjelaskan banwa kondisi tersebut memengaruhi kualitas otak Anda!

Ya, sebuah studi belum lama ini menjelaskan bahwa terlalu lama lajang, meskipun dikelilingi orang-orang yang dekat dengan Anda, ternyata meningkatkan risiko demensia 40%.

Studi ini dilakukan selama 10 tahun dan salah satu alasan terkuat dari hasil ini ialah kesendirian memengaruhi terjadinya peradangan di otak dan ini juga memungkinkan seseorang untuk menjalani gaya hidup yang tidak sehat.

Baca Juga: Rekan Satu Grup Terlibat Kecelakaan, Pramugari Ini Tulis Pesan Mengharukan

(Foto: MNN)

Dilansir Okezone dari Daily Mail, Rabu (31/10/2018), perlu Anda ketahui bahwa penyebab demensia masih belum diketahui tetapi bukti yang ada sekarang menjelaskan bahwa diet dan olahraga yang sehat dapat memangkas risiko masalah yang mengganggu memori otak tersebut.

Anda mesti sadar bahwa bersosialisasi juga penting untuk menjaga pikiran tetap aktif dengan cara meningkatkan kesehatan kognitif, kata tim Universitas Negeri Florida. Para peneliti, yang menganalisis 12.030 orang di atas usia 50 tahun sekarang menekankan bahwa kesepian adalah 'faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko'.

Studi ini melibatkan para peserta yang melaporkan tentang bagaimana kesepian dan isolasi sosial yang mereka rasakan, yang mana hal tersebut dibandingkan dengan seberapa banyak kontak sosial yang mereka miliki.

"Ini termasuk juga dengan perasaan bahwa Anda tidak cocok atau tidak termasuk orang-orang di sekitar Anda," kata penulis utama Dr Angelina Sutin. Anda bisa menjadi seseorang yang hidup sendiri, yang tidak memiliki kontak dengan orang-orang, tetapi apakah itu cukup? Padahal manusia adalah makhluk sosial yang butuh bersosialisasi.

Fakta lain menjelaskan bahwa Anda bisa berada di sekitar banyak orang dan terlibat secara sosial dan interaktif, tapi beberapa orang tetap merasa kesepian. "Dari luar sepertinya Anda memiliki keterlibatan sosial yang besar, tetapi perasaan subjektifnya adalah Anda bukan bagian dari grup dan Anda tetap merasa sendiri," tambah Sutin.

Baca Juga: Kunjungi Raja dan Ratu Tonga, Lagi-Lagi Netizen Kritik Gestur Meghan Markle

(Foto: KERA News)

Status kognitif peserta dinilai pada awal penelitian dan setiap dua tahun selama satu dekade melalui wawancara telepon. Selama penelitian, yang diterbitkan dalam Journal of Gerontology: Psychological Sciences, 1.104 peserta terbukti mengembangkan demensia.

Hasil penelitian menunjukan bahwa kesepian meningkatkan risiko seseorang demensia sebesar 40 persen, tanpa memandang jenis kelamin, ras, etnis atau tingkat pendidikan mereka. Dan bahkan setelah disesuaikan dengan faktor-faktor seperti orang yang kesepian menjadi kurang aktif atau lebih mungkin merokok, risiko demensia mereka tetap tinggi.

"Kami bukan orang pertama yang menunjukkan bahwa kesepian dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia," kata Dr Sutin. Tetapi sejauh ini ini, sambungnya, penelitian ini melibatkan sampel terbesar dengan tindak lanjut yang panjang dan penduduknya lebih beragam.

Dr Sutin mendorong mereka yang merasa terkucil secara sosial untuk tidak menyalahkan diri sendiri. "Orang-orang mungkin berkata, 'Kamu kesepian. Pergi cari teman sana!' Tapi itu tidak semudah yang diucapkan bagi sebagian orang, papar dr Sutin.

Para ilmuwan percaya bahwa penelitian mereka menyoroti pentingnya bertanya kepada orang-orang jika mereka merasa kesepian bahkan jika mereka tampak bersosialisasi secara teratur.

"Kebanyakan orang mungkin menggambarkan periode di mana mereka merasa kesepian dan kemudian periode di mana mereka tidak merasa kesepian," kata Dr Sutin. Jadi, hanya karena Anda merasa kesepian sekarang, Anda tidak harus selalu merasa seperti ini.

Sebagai tambahan, di Amerika satu dari sepuluh orang di atas 65 tahun menderita demensia, sementara kondisi ini mempengaruhi 850.000 di Inggris.

(Foto: IamExpat)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini