nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mau Hidup Lebih Bahagia? Cukup Sediakan 10 Menit untuk Latihan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 11:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 31 481 1971327 mau-hidup-lebih-bahagia-cukup-sediakan-10-menit-untuk-latihan-MAN2Tp4Y9s.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MESKIPUN Anda tidak didiagnosis menderita penyakit mental, namun tekanan sehari-hari dapat dengan mudah menguras kepuasan hidup Anda.

Ada banyak sekali strategi yang bisa membantu Anda keluar dari kebiasaan itu, termasuk yang berbasis bukti. Bidang ilmiah yang disebut 'psikologi positif' sekarang berusia 20 tahun dan telah menyediakan teknik yang tak terhitung jumlahnya untuk meningkatkan suasana hati Anda.

Tetapi bagaimana kita menemukan waktu untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Sandi Mann, seorang dosen di Universitas Central Lancashire di Inggris, menawarkan satu solusi.

Berdasarkan pengalamannya sebagai seorang psikolog klinis, dia memiliki beberapa saran yang mungkin bisa membantu. Dalam bukunya, Sepuluh Menit ke Kebahagiaan, programnya berbentuk menulis jurnal harian, yang terdiri atas enam bagian:

Baca Juga: Terlilit Hutang, Pria Asal Amerika Serikat Ini Memutuskan Tinggal di Desa Terpencil India

1. Pengalaman apa, sesederhana apapun, yang membuat Anda senang?

2. Apa pujian dan umpan balik yang Anda terima?

3. Apa momen keberuntungan Anda?

4. Apa prestasi Anda, meski sekecil apapun?

5. Apa yang membuat Anda merasa bersyukur?

6. Bagaimana Anda mengekspresikan kebaikan?

Sebagian besar program didasarkan pada penelitian-penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa meluangkan sedikit waktu untuk menilai kembali hari Anda dengan cara-cara ini bisa secara perlahan menggeser pola pikir Anda. Sehingga Anda akhirnya dapat menemukan lebih banyak kebahagiaan dalam hidup.

Ketika kita merasa sedih, kita dapat dengan mudah mengabaikan hal-hal yang sudah berjalan dengan benar—dan membuat jurnal ini akan membuat perhatian Anda teralih padanya.

Mann menekankan bahwa manfaat tidak hanya datang dari ketika Anda menulis entri jurnal ini; Membaca kembali entri sebelumnya dapat membantu Anda mengatasi situasi sulit di masa depan juga.

Berkat ingatan 'asosiatif' kita, suasana hati yang gelap—karena satu peristiwa buruk—membuat Anda teringat pada sumber stres dan ketidakbahagiaan lainnya. Setiap kali itu terjadi, membalik-balik halaman jurnal dapat membantu Anda keluar dari situasi itu.

Poin keenam dibangun berdasarkan penelitian terbaru tentang kekuatan kebaikan. Berbagai penelitian menemukan bahwa tindakan tanpa pamrih tidak hanya meningkatkan kesejahteraan orang-orang di sekitar Anda. Itu juga secara konsisten meningkatkan suasana hati Anda sendiri.

Menghabiskan sedikit uang untuk membantu orang asing, misalnya, membuat Anda jauh lebih bahagia daripada menggunakan uang tunai yang sama untuk mengobati diri sendiri, demikian menurut sebuah temuan yang telah direplikasi di lebih dari 130 negara.

Baca Juga: Rekan Satu Grup Terlibat Kecelakaan, Pramugari Ini Tulis Pesan Mengharukan

Berfokus pada kesempatan itu memastikan Anda bisa memanfaatkan perasaan hangat tersebut, sekaligus mendorong Anda untuk mencari peluang baru di hari berikutnya.

Ulasan 10 menit tentang hari Anda tidak dapat menciptakan keajaiban, dan Mann menekankan bahwa siapa pun yang merasa menderita depresi harus tetap menemui dokter untuk perawatan medis profesional.

Tetapi jika Anda hanya merasa 'sedih' ??dan stres, tanpa gejala klinis yang parah, cara ini mungkin bisa membantu Anda kembali ke jalan yang benar.

Jika Anda menemukan pendekatan Mann menarik, Anda juga dapat menikmati penelitian kontraintuitifnya tentang kebosanan. Dalam serangkaian percobaan, ia menemukan bahwa periode singkat rasa bosan dapat membawa manfaat besar.

Siswa yang diminta untuk menyalin buku telepon, misalnya, cenderung menghasilkan solusi lebih kreatif untuk permainan asah otak umum di kemudian hari, dibandingkan dengan mereka yang terhindar dari kebosanan.

Mann menduga bahwa kegiatan yang membosankan mendorong pikiran siswa untuk mengembara dan melamun, mendorong pemikiran yang lebih fleksibel dalam tugas kreatif.

"Jika Anda menemukan diri Anda terjebak pada masalah, cukup luangkan waktu untuk merasa bosan—dan Anda mungkin menemukan solusi kreatif muncul di benak Anda," kata Mann kepada BBC Reel.

Ini sangat penting saat ini, ketika kita mungkin selalu tergoda untuk beralih ke media sosial untuk mengisi pikiran. "Salah satu cara kita untuk merangkul [ini] dalam hidup Anda adalah berhenti menghapus kebosanan kita," tambahnya.

Seiring waktu, Anda bahkan mungkin menemukan bahwa toleransi Anda meningkat sehingga periode menunggu yang dulu terasa menyiksa menjadi kesempatan untuk tenang dan berefleksi. "Paradoksnya, cara terbaik untuk mengatasi kebosanan adalah membiarkan lebih banyak lagi kebosanan masuk ke dalam hidup Anda," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini