Saat Bed Rest Ini yang Boleh & Tidak Boleh Dilakukan Ibu Hamil

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 481 1971400 saat-bed-rest-ini-yang-boleh-tidak-boleh-dilakukan-ibu-hamil-RyPrOW712O.jpg Yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu hamil saat bed rest (Foto:Ist)

ADA beberapa kondisi kesehatan yang mewajibkan ibu hamil akhirnya harus bed rest atau istirahat total dari segala kegiatan selain dari kegiatan untuk kesejahteraannya sendiri.

Meskipun diperlukan, namun ada beberapa aturan yang harus diperhatikan jika ibu hamil sedang bed rest.

Yang boleh dilakukan

Anda sebetulnya boleh melakukan apa pun di atas tempat tidur saat sedang bed rest. Mulai dari menonton TV, main game, dan mengerjakan tugas dari kantor. Begitu juga dengan mandi, buang air kecil, atau makan sambil duduk, semua ini boleh saja dilakukan. Namun dengan catatan, Anda harus kembali lagi ke tempat tidur untuk beristirahat.

Sebab menurut standar WHO, seorang ibu hamil justru tetap harus aktif meski sedang bed rest. Ibu hamil malah dianjurkan untuk bergerak aktif selama masa kehamilannya, sama seperti saat sebelum hamil. Entah itu mengurus rumah tangga, pergi bekerja, dan sebagainya. Jadi, jangan lantas memperlakukan ibu hamil seperti orang sakit.

Dilihat dari pola makannya, ibu hamil yang perlu banyak istirahat harus tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Pasalnya, gerakan usus Anda akan cenderung melambat karena kebanyakan tiduran, sehingga lama-lama dapat memicu sembelit saat hamil. Sebagai solusinya, perbanyaklah mengonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah serta banyak minum air putih supaya buang air besarnya lancar.

Namun, hal ini disesuaikan lagi dengan kondisi medis yang menjadi penyebab bed rest itu sendiri. Misalnya saja, Anda dianjurkan untuk bed rest karena mengalami kontraksi prematur. Dalam kondisi ini, Anda sebetulnya tidak memiliki pantangan makanan tertentu.

Lain halnya jika Anda punya gangguan jantung, maka Anda harus membatasi makanan tinggi lemak dan kolesterol. Pasalnya, kedua makanan ini dapat menghambat fungsi jantung dan memperparah penyakitnya. Lagi-lagi, hal ini disesuaikan lagi dengan indikasi medis pada masing-masing ibu hamil.

Yang tidak boleh dilakukan

Bagi Anda yang terbiasa olahraga tapi harus bed rest saat hamil, maka sebaiknya tunda dulu kebiasaan sehat ini. Ingat, bed rest mengharuskan Anda untuk mengistirahatkan tubuh dari berbagai aktivitas yang terlalu berat. Jadi, ini bukan berarti Anda bisa bebas berolahraga tanpa memperhatikan kesehatan Anda, ya.

Lantas, bagaimana dengan pijat saat hamil? Menurut saya, ibu hamil boleh saja melakukan pijat saat sedang bed rest. Akan tetapi, perhatikan bagian tubuh mana yang akan dipijat.

Jika Anda ingin pijat saat sedang bed rest, pilihlah bagian kaki dan tangan saja yang rentan mengalami pegal-pegal saat hamil. Hindari memijat area sekitar pinggang dan perut untuk melindungi kandungan Anda.

Perhatikan efek samping bed rest saat hamil

Sebetulnya, tidak ada patokan khusus mengenai seberapa lama ibu hamil harus bed rest. Menurut saya lebih cepat akan lebih baik. Begitu kesehatan Anda sudah membaik dan kembali normal, maka Anda boleh kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Perlu dicatat bahwa ibu hamil tidak boleh terlalu lama berdiam diri, entah itu kelamaan duduk atau tiduran. Bed rest yang terlalu lama memiliki efek samping yang bisa sangat membahayakan ibu hamil, di antaranya:

1. Tromboemboli

Tromboemboli adalah kondisi pembekuan darah pada pembuluh darah besar, biasanya muncul di daerah paha atau betis. Kalau pembekuan darah ini terbentuk, maka ibu akan merasakan nyeri yang luar biasa di daerah kaki.

Jika dibiarkan terlalu lama, bekuan darah ini bisa terlepas dan menyumbat pembuluh darah lainnya. Akibatnya, tromboemboli dapat menimbulkan rasa nyeri hebat pada tungkai bawah hingga berujung pada kematian.

2. Kenaikan berat badan berlebih

Kelamaan bed rest saat hamil bisa membuat berat badan Anda naik drastis. Bagaimana tidak, ibu hamil yang harus istirahat terus di tempat tidur tentu akan minim pergerakan, sedangkan asupan makanannya cenderung lebih banyak. Maka tak heran jika nantinya berat badan Anda akan cepat naik kalau kelamaan bed rest.

3. Kesehatan janin terganggu

Terlalu banyak berbaring, apalagi dengan posisi telentang, juga tidak baik untuk kesehatan janin. Pasalnya, aliran darah dari ibu ke janin jadi terhambat dan memicu gangguan pada kesehatan janin. Itulah kenapa, para ibu hamil dianjurkan untuk tidur miring, baik posisi miring ke kiri atau kanan, supaya aliran darah ke janin lebih lancar.

4. Bayi susah masuk panggul

Kelamaan tiduran di ranjang saat bed rest juga bisa menyebabkan bayi sulit masuk panggul. Hal ini nantinya dapat memperlambat dan mempersulit proses persalinan. Itu juga alasannya mengapa para ibu hamil dianjurkan untuk rajin jalan kaki supaya mempercepat kepala bayi turun ke panggul. Dengan begitu, proses pembukaan dan persalinan pun jadi lebih cepat.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini