Terkait Insiden JT610, Menkes Nila Moeloek: Jangan Khawatir Naik Pesawat!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 481 1971668 terkait-insiden-jt610-menkes-nila-moeloek-jangan-khawatir-naik-pesawat-mAJBiQcgpW.JPG Menteri Kesehatan Nila Moeloek (Foto: Kemenkes RI)

INSIDEN jatuhnya pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT610 masih menyisakan rasa pilu yang mendalam. Banyak keluarga korban yang masih tidak terima kehilangan orang yang dicintainya begitu cepat.

Sebagaimana diketahui pesawat tujuan Jakarta-Pangkal Pinang tersebut terjatuh pada Senin 29 Oktober 2018. Pesawat bertipe Boeing 737 8 Max itu terjatuh di daerah Tanjung Karawang dan hingga saat ini masih belum diketahui penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut.

Pesawat tersebut bukan hanya membawa para penumpang sipil. Namun, beberapa pegawai pemerintahan pun turut menjadi korban dari kecelakaan nahas itu. Ya, beberapa dari mereka adalah anggota Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

 (Baca Juga:Terlilit Hutang, Pria Asal Amerika Serikat Ini Memutuskan Tinggal di Desa Terpencil India)

Beberapa staf dari Dinas Kesehatan Pelabuhan, para dokter juga menjadi korban dalam kecelakaan mengerikan tersebut. Hal ini dikemukakan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Faried Moeloek di Hotel Sultan Residence, Gatot Subroto pada Rabu (31/10/2018).

 

“Untuk para korban Lion Air JT610, kami telah mengucapkan turut berdukacita dengan kejadian ini. Beberapa staf kami juga ikut tertimpa musibah dan hingga saat ini jenazahnya masih belum ditemukan. Ada pula dokter spesialis penyakit dalam yang kami kirim dan memiliki tugas selama satu tahun ke daerah dan masuk ke dalam list pesawat tersebut. Ada pula dua dokter puskesmas, satu dokter gigi dengan keluarganya yakni suami dan anak,” tutur Menkes Nila, saat dijumpai Okezone.

Menkes Nila pun berharap agar setiap maskapai penerbangan di Indonesia lebih memperhatikan standar kelayakan terbang sebelum membawa penumpang. Hal ini bertujuan agar insiden serupa tidak terulang kembali.

 (Baca Juga:Bocah Berusia 10 Tahun 'Diusir' dari Restoran karena Ajak Pacarnya Berkencan)

“Tentunya kami wajib meminta prosedur layak terbang. Bukan hanya pesawat, kendaraan seperti mobil, motor seharusnya di cek apakah layak atau tidak untuk digunakan. Jadi ini yang menurut saya paling penting untuk dilakukan,” lanjutnya.

Menkes Nila mengimbau bagi para masyarakat untuk tidak terus larut dalam insiden Lion Air JT610. Pasalnya setiap kendaraan baik di darat, laut dan juga udara pasti memiliki risiko kecelakaan. Apalagi pesawat merupakan salah satu kendaraan pilihan untuk digunakan oleh manusia.

“Menurut saya kekhawatiran akan naik pesawat terbang, tidak perlu diperpanjang. Jadi jangan berpikir tidak mau naik lagi pesawat terbang, pasalnya kita semua membutuhkan transportasi ini. Naik kendaraan apapun juga memiliki risiko kecelakaan,” sambungnya.

Menkes menilai kejadian jatuhnya pesawat Lion Air tentu bukan berati bahwa maskapai tersebut buruk. Ia hanya bisa berharap supaya hal ini bisa dijadikan pelajaran di kemudian hari. Jadi para maskapai penerbangan harus taat, dan menggunakan prosedur dengan tidak membiarkan pesawat rusak untuk terbang.

“Menurut saya semua maskapai penerbangan baik. Jadi jangan juga mengatakan Lion Air buruk. Mereka juga pasti akan memperbaiki kelayakannya untuk terbang. Semua orang termasuk saya juga pernah mengalami kerusakan pada pesawat terbang. Mereka mengumumkan dan menunda penerbangan. Jadi menurut saya, kita harus mengikuti prosedur itu. Tentunya tidak ada yang mau naik pesawat yang rusak,” tutupnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini