nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspadai Penyakit Lokal Menyerang saat Travelling

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 16:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 01 406 1972009 waspadai-penyakit-lokal-menyerang-saat-travelling-FH0GMHgeWr.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK yang harus dipersiapkan saat melakukan perjalanan ke luar negeri untuk berbagai keperluan. Tidak hanya surat dan dokumen pribadi, tapi juga soal kesehatan dan antisipasi penyakit di negara tujuan.

Tahun lalu, Tia, 26, seorang traveler, melancong ke Johor Bahru, Malaysia. Bukan kesenangan yang ia dapatkan. Sesaat setelah tiba di kota itu, dia terserang demam sehingga tubuhnya menggigil. Perjalanan yang seharusnya menggembirakan itu jadi sangat merepotkan. Tia pun harus mencari dokter, makan obat, dan beristirahat untuk beberapa waktu.

Banyak warga Indonesia yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Tidak hanya liburan, juga bisnis, mencari sekolah, dan urusan lain. Saat itu biasanya mereka sudah bersiap dengan visa, paspor, SIM, juga uang tunai. Namun, soal kesehatan acap kali terlupakan.

Baca Juga: Putri Leonor, Pewaris Tahta Kerajaan Spanyol Akhirnya Bicara Pertama Kali di Hadapan Publik

Kondisi tubuh sendiri dan ancaman serangan penyakit di perjalanan dan di tempat tujuan terabaikan. Bijak dengan antisipasi dini, akan membuat Anda tidak harus berbaring di rumah sakit di negara asing. Sejumlah langkah yang disarankan sebagai antisipasi ialah mencari informasi tentang kesehatan dan penyakit di tempat tujuan.

Selain itu, juga soal sanitasi, kondisi air dan udara. Sebelum berangkat, lebih baik juga melakukan vaksinasi. Ada beberapa jenis vaksinasi, tergantung negara yang dikunjungi, durasi tinggal, aktivitas yang dilakukan, juga riwayat kesehatan.

Risiko penularan penyakit bisa datang dari makanan dan minuman, gigitan serangga dan hewan lain, pencemaran udara dan air yang kotor, infeksi luka, serta pertukaran cairan tubuh lewat hubungan seksual atau transfusi darah.

Pencegahan bisa dilakukan dari hal yang ringan seperti cuci tangan, sikat gigi, mandi, dan memotong kuku. Mobilitas warga dunia yang tinggi membuat penyakit tidak lagi mengenal batas negara. Melakukan perjalanan bisa membuat Anda terpapar penyakit atau menjadi carrier penyakit, yang kemudian dibawa pulang ke Tanah Air.

Baca Juga: Rekan Satu Grup Terlibat Kecelakaan, Pramugari Ini Tulis Pesan Mengharukan

Sejumlah penyakit yang berisiko menyerang para traveler, di antaranya diare, tipus, malaria, meningitis, demam kuning, hepatitis, japanese encephalitis, avian influensa atau flu burung, dan tuberkulosis.

Untuk mengantisipasi masalah itu, Februari 2014 lalu, sejarah mencatat, pemerintah Indonesia bersama tiga negara lain, yakni Amerika Serikat, Finlandia, dan Korea Selatan membentuk Global Health Security Agenda (GHSA). GHSA merupakan sebuah inisiatif bersama dari negara-negara di dunia yang menginginkan dunia menjadi lebih aman dari ancaman berbagai penyakit berbahaya dan menular.

Perkembangan pesat GHSA, membuat steering committee lembaga ini berinisiatif menyusun framework baru yang akan diterapkan pada 2019-2024. Framework terbaru atau Framework 2024 akan diluncurkan pada GHSA Ministerial Meeting kelima di Bali, pada 6-8 November 2018.

“GHSA Ministerial Meeting kelima ini mengambil tema ‘Advancing Global Partnership’. Tujuannya untuk lebih mengembangkan kemitraan yang telah tercipta selama ini, juga potensi kemitraan yang tercipta pada masa depan, dari berbagai pihak, baik itu kemitraan di tingkat global, regional maupun nasional,” sebut Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek.

Sesuai tema, GHSA Ministerial Meeting kali ini, selain dihadiri para menteri kesehatan dari negara anggota, juga para menteri pertanian. Peserta yang sudah memastikan hadir mencapai 183 orang, berasal dari 65 negara, organisasi internasional, LSM, dan 8 universitas ternama di luar negeri.

“Pada pertemuan ini kami membawa pendekatan One Health. Kesehatan tidak hanya untuk manusia, juga hewan. Saat ini sudah disadari penyakit yang diderita hewan akan berdampak pada manusia, baik secara langsung dan tidak langsung,” imbuh Menkes.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini