Setelah 25 Tahun Dilarang, China Kembali Izinkan Obat dari Tulang Harimau dan Cula Badak

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 01 481 1971827 setelah-25-tahun-dilarang-china-kembali-izinkan-obat-dari-tulang-harimau-dan-cula-badak-m28y8K1hoU.jpg Harimau dan Badak. (Foto: Daily Star)

OBAT merupakan salah satu benda yang tidak bisa dijauhkan dalam kehidupan manusia. Anda pasti membutuhkan sebuah obat ketika sedang sakit, untuk mempercepat proses pemulihan.

Namun, tidak semua bahan obat-obatan yang mujarab tersebut bisa diperoleh dengan mudah. Bahkan, beberapa obat memiliki bahan dasar hewan yang hampir punah.

Meski populasi hewan tersebut sudah mulai berkurang, tapi tidak menghalangi pemerintah China untuk menghapuskan larangan penggunaan tulang harimau dan tanduk badak untuk obat-obatan. Melansir nextshark, aturan tersebut sebenarnya sudah diterapkan sejak 25 tahun silam.

Baca Juga: Rekan Satu Grup Terlibat Kecelakaan, Pramugari Ini Tulis Pesan Mengharukan

Dalam pengobatan tradisional China, tulang harimau digunakan sebagai bahan dalam ramuan yang diyakini dapat mengobati kondisi seperti rematik, arthritis, dan disfungsi ereksi. Sementara tanduk badak, digunakan dalam obat-obatan yang konon membantu mengurangi bengkak dan menghentikan pendarahan.

Meski kontroversial, namun China hanya mengizinkan dokter yang telah disertifikasi oleh Administrasi Negara Pengobatan Tradisional China akan diijinkan untuk meresepkan obat-obatan tersebut kepada pasien. Hal itu berlaku sejak surat edaran yang dirilis pada awal pekan ini.

Selain itu, pihak berwenang China juga mengharuskan tulang harimau dan tanduk badak tersebut bersumber dari hewan yang diternakan. Meski demikian, kelompok-kelompok yang peduli terhadap hewan liar melihat langkah ini sebagai kemunduran besar terhadap upaya melindungi harimau dan badak yang terancam punah di alam liar.

Baca Juga: 11 Maskapai dengan Kinerja Terburuk di Dunia, Indonesia Sumbang 1

Pasalnya, hampir tidak mungkin untuk mengidentifikasi apakah bahan-bahan tersebut berasal dari hewan yang diternakan atau dari alam liar. Sebut saja kebun binatang China juga telah terlibat dalam banyak kasus di masa lalu, yang membiarkan harimau kelaparan sampai mati untuk mengubahnya menjadi anggur tulang harimau dan mendapat keuntungan dari pasar gelap.

Menurut kritikus, pembalikan larangan hanya akan meningkatkan penjualan dua barang ini di pasar gelap.

"Bahkan jika dibatasi untuk barang antik dan digunakan di rumah sakit, perdagangan ini akan meningkatkan kebingungan oleh konsumen dan penegak hukum mengenai produk mana yang tidak sah, dan kemungkinan akan memperluas pasar untuk produk harimau dan badak lainnya,” tulis World Wildlife Fund.

Pemerintah China memang melarang penggunaan dan perdagangan tulang harimau dan cula badak pada 1993, setelah bergabung dengan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES).

Federasi ini, didirikan oleh Federasi Pengobatan China Kedokteran Dunia pada 2010 karena belum ada bukti dari manfaat medis dari tulang harimau. Manfaat medis yang diklaim dari cula badak juga belum didukung oleh penelitian.

Selain China, Vietnam juga mempraktikkan pengobatan tradisional tersebut, dan menjadi konsumen terbesar dari cula badak. Permintaan di Vietnam dilaporkan mendorong sebagian besar perburuan liar di Afrika Selatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini