Puluhan Anak di NTT Terjangkit Rubella, Ribuan Lainnya Belum Diimunisasi

Antara, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 01 481 1971870 puluhan-anak-di-ntt-terjangkit-rubella-ribuan-lainnya-belum-diimunisasi-p3kPCpqYhi.jpg

DINAS Kesehatan NTT merilis sebanyak 55 anak di Kecamatan Mego, kabupaten Sikka , Flores terserang virus rubella.

"Sebelumnya kami ambil sampel dan berdasarkan hasil tes laboratorium di Surabaya, Jawa Timur terdapat 55 anak yang terserang virus rubella," ujar Staf Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit bagian Survei Dinas Kesehatan Provinsi NTT Acep Effendi di Kupang, Kamis (1/11/208).

Data tersebut disampaikan berkaitan dengan hasil survei oleh Dinas Kesehatan NTT terkait dengan Virus Measles-Rubella (MR) di provinsi berbasis kepulauan itu.

Ia menjelaskan awal mula penyebaran virus Rubella di kabupaten itu diduga bermula dari seorang anak yang kemudian diketahui baru kembali dari Papua. "Kami dapatkan informasi bahwa ada anak yang baru pulang liburan dari Papua dan terjangkit virus itu ,"ujar dia.

Di samping itu beberapa warga setempat juga melaporkan ada beberapa lagi penderita Rubella di daerah itu. "Angka itu yang terdaftar di Postu, mungkin masih ada yang belum melaporkan," tambah dia. Acep juga menambahkan dari kasus itu, maka kabupaten Sikka bisa disebut sudah masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB).

Dirinya khawatir jumlah tersebut akan terus bertambah. Oleh karena itu pihaknya berusaha untuk melakukan pencegahan di daerah itu agar tidak menyebar lebih banyak lagi.

Belum Diimunisasi MR

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Kupang, berharap 4.450 anak yang belum mendapatkan imunisasi campak dan rubela agar segera diimunisasi sehingga mereka dapat memiliki kekebalan tubuh dari serangan penyakit tersebut.

"Kami berharap orang tua untuk lebih proaktif membawa anak-anaknya ke pusat pelayanan kesehatan di Kota Kupang guna mendapatkan layanan imunisasi MR," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih.

Dia mengatakan, pelaksanaan program imunisasi massal campak dan rubela di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini telah menjangkau 100.337 orang anak atau mencapai 95.75 persen dari target sasaran 104.791 anak.

"Masih ada 4.450 anak yang belum mendapatkan imunisasi MR sejak program imunisasi masal di Kota Kupang berlangsung Agustus hingga Oktober 2018," terangnya.

(Baca Juga: 11 Maskapai dengan Kinerja Terburuk di Dunia, Indonesia Sumbang 1)

Menurut dia, sekalipun program pemberian imunisasi massal telah berakhir 31 Oktober 2018 namun pelayanan imunisasi MR terhadap anak-anak Kota Kupang tetap dilakukan di Puskesmas, Rumah Sakit, Pustu.

Dinas Kesehatan tambah Sri, masih memiliki vaksi MR yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan 4.450 anak yang belum mendapat layanan vaksin MR. "Untuk vaksin campak dan rubela masih cukup. Kami berharap orang tua yang memiliki anak yang belum mendapat imunisasi MR segera ke Puskesmas untuk divaksin sehingga anak-anak memiliki kekebalan tubuh," kata Sri.

(Baca Juga: Jalani Pemotretan Setengah Bugil, Jennifer Lopez Beberkan Rahasia Tubuhnya Masih kencang)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini