nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penelitian Terbaru Sebut Faktor Gen Bisa Jadi Kemungkinan Penyebab Disfungsi Ereksi

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 23:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 01 481 1971943 penelitian-terbaru-sebut-faktor-gen-bisa-jadi-kemungkinan-penyebab-disfungsi-ereksi-AMfAZ2sJb1.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SALAH satu yang membuat kaum Adam, tidak merasa puas dalam melayani pasangannya ialah di saat mengalami disfungsi ereksi. Jika Anda salah satu yang pernah mengalami disfungsi ereksi, Anda tak sendiri. Faktanya, bahkan diestimasikan 15 sampai 30 juta pria di Amerika pernah mengalami masalah ini.

Alasan yang menjadi faktor penyebab mengapa bisa terjadi disfungsi ereksi ini sendiri memang ada banyak kemungkinan. Mulai dari karena mengonsumsi obat tekanan darah, berat badan berlebih ekstra, hingga faktor seperti stres. Nah sekarang, melalui sebuah penelitian yang diterbitkan pekan ini, disebutkan bahwa telah ditemukan ada alasan lain kenapa beberapa pria menderita kondisi ini, yakni karena faktor variasi DNA tertentu.

 (Baca Juga:11 Maskapai dengan Kinerja Terburuk di Dunia, Indonesia Sumbang 1)

Para peneliti dari perusahaan asuransi kesehatan dan perawatan medis Kaiser Permanente disebutkan telah mempelajari gen dari hampir 37.000 orang Amerika yang menawarkan secara sukarela catatan medis mereka untuk penelitian ini. Setelah para pria yang menjadi sukarelawan tersebut menyelesaikan survei kesehatan seksual, kemudian tim melihat apakah peserta didiagnosis dengan disfungsi ereksi atau telah menerima perawatan untuk kondisi tersebut.

Hasil dari penelitian menemukan, bahwa pria dengan variasi pada kromosom keenam mereka, yang ditemukan di dekat gen SIM1 ternyata memiliki sebesar 26 persen peningkatan risiko mengalami disfungsi ereksi. Para peneliti sendiri dikatakan lebih lanjut, menjalankan penelitian ini dengan mencoba mengesampingkan faktor-faktor risiko disfungsi ereksi lainnya yang selama ini sudah diketahui, seperti kelebihan berat badan salah satunya.

 

 (Baca Juga:Kaesang Naiki Mobil-mobilan Jan Ethes, Netizen Salah Fokus ke Tangan Kanannya)

Meskipun peneliti telah lama menduga bahwa disfungsi ereksi, memang mungkin sebagian faktornya bisa disebabkan oleh genetika, penelitian ini menunjukkan lokasi yang tepat atau lokus yang dapat menyebabkan masalah. Di mana, variasi genetik terletak di dekat gen SIM1, yang membantu mengatur berat badan dan ereksi.

Pengetahuan baru ini dapat membantu para peneliti mengembangkan perawatan disfungsi ereksi yang lebih baik yang menargetkan genetika, seperti yang dikemukakan oleh Eric Jorgenson, PhD selaku penulis studi dan ilmuwan penelitian di Kaiser Permanente Divisi Riset Northern California.

“Mengidentifikasi lokus SIM1 ini sebagai faktor risiko untuk disfungsi ereksi adalah temuan penting karena memberikan bukti yang lama dicari bahwa ada komponen genetik untuk penyakit ini. Ini juga penemuan yang menarik karena membuka pintu untuk pencarian terhadap terapi baru,” ungkap Eric dalam sebuah pernyataan.

 (Baca Juga:Jalani Pemotretan Setengah Bugil, Jennifer Lopez Beberkan Rahasia Tubuhnya Masih kencang)

Ditambahkan oleh Eric kepada MensHealth.com bahwa ada sekitar 50 persen pria tidak merespons obat-obatan disfungsi ereksi yang ada saat ini. Jika pria mengalami dsifungsi ereksi karena testosteron rendah, maka obat-obatan seperti Viagra mungkin tidak berfungsi, sebagaimana disebutkan menurut laporan BBC.

Di sisi lain, beberapa pria memilih untuk tidak minum obat karena adanya efek samping seperti sakit kepala parah. Maka dari itu, pengobatan alternatif berbasis genetika dapat secara drastis meningkatkan jutaan “hidup” kaum pria. Namun ingat, intinya untuk selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli sebelum sebelum membeli obat-obatan ED atau perawatan lain secara online. Demikian seperti dilansir Menshealth, Rabu (31/10/2018).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini