nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurus Kemenkes untuk Kejar Target Imunisasi MR

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 15:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 01 481 1971992 jurus-kemenkes-untuk-kejar-target-imunisasi-mr-TeGAQH8MJT.jpg Rubella (Istock)

KAMPANYE pemberian imunisasi MR fase kedua di luar Pulau Jawa oleh Kementarian Kesehatan belum mencapai target. Padahal waktu imunisasi telah diperpanjang hingga akhir Oktober 2018. Semula ditargetkan sebanyak 95% anak atau kurang lebih 32 juta anak di seluruh provinsi menerima imunisasi tersebut.

Berdasarkan data yang dirilis pada 31 Oktober 2018 pada pukul 18.00 WIB, baru 102 dari 395 kabupaten/kota yang baru mencapai target 95%. Selain itu, hanya 4 provinsi yang mencapai target yaitu Papua Barat, Gorontalo, Lampung, dan Bali. Melihat kondisi ini, Kementerian Kesehatan tidak ambil diam.

 Baca juga: Tampak Lebih Segar, seperti Ini Gaya Rambut Baru Roy Kiyoshi

Vaksin Rubella

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek telah menandatangani surat edaran yang ditujukan kepada seluruh dinas kesehatan terkait di daerah untuk mencapai target sasaran imunisasi MR. Dijelaskan oleh Direktur Surveilans dan Karantina Kementerian Kesehatan, drg R. Vensya Sitohang, M.Epid, ada tiga strategi yang disiapkan agar anak-anak yang belum menerima imunisasi dapat dijangkau.

"Pertama, bagi kabupaten/kota dengan angka 95% perlu memvalidasi cakupan yang sudah dicapai. Strategi berikutnya, adanya kendala upaya memberikan imunisasi kepada anak umur 9 bulan sampai 15 tahun, maka perlu menyadarkan dengan mengedepankan fungsi dan makna dari imunisasi. Berharap ada penerimaan dari anak-anak sehingga capaian dari target ini bisa terpenuhi," ujar drg Vensya saat ditemui Okezone, di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Baca juga:  Chicken Nugget Ini Dibuat Tanpa 'Membunuh Ayam', Rasanya Tetap Lezat!

Strategi terakhir adalah memperpanjang waktu kampanye imunisasi hingga 31 Desember 2018. Drg Vensya berharap agar waktu ini dimanfaatkan oleh dinas kesehatan di daerah untuk memetakan kembali anak-anak yang belum terjangkau imunisasi MR. Lantas bagaimana bila hingga akhir waktu perpanjangan target tak kunjung tercapai?

"Kita nggak mau berandai-andai. Nanti kita evaluasi kembali tentunya. Terpenting kita memutus penularan pwnyakit MR," ujar drg Vensya.

Rubella

 Baca juga: Pria Jepang Ini Mendapat Kamar Hotel Berukuran Super Besar, Isinya Sungguh Mengejutkan

Selain melakukan kampanye imunisasi MR secara massal untuk anak 9 bulan-di bawah 15 yang diperpanjang hingga akhir tahun, tahun depan imunisasi ini juga susah menjadi imunisasi rutin di seluruh indonesia.

"Sebab bayi berumur 9 bulan terus bertambah. Kebijakan ini sudah berlaku di Pulau Jawa yang lebih dulu melakukan kampanye imunisasi MR," pungkas drg Vensya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini