nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terinspirasi Tentara Wanita Romawi, Seksinya Busana Perpaduan Kulit dan Batik

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 02 November 2018 16:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 02 194 1972500 terinspirasi-tentara-wanita-romawi-seksinya-busana-perpaduan-kulit-dan-batik-kAViRssVXG.jpg Perpaduan batik dengan kulit (Foto:Syaiful/Okezone)

 

KULIT dan kain batik disulap menjadi gaun yang bagus dan indah ditangan desainer asal Surabaya ini, Dyan Nugrahini. Perempuan berambut panjang itu merancang baju yang maskulin, sehingga wanita yang memakainya bisa terlihat cantik nan seksi.

Ternyata buah karyanya tersebut sudah dibawa ke acara festival fashion di Australia yang berlangsung pada 21 sampai 22 Oktober 2018. Dalam festival itu, Dyan membawa 10 baju hasil karyanya yang berbahan kulit dipadu dengan batik serta payet.

"Saya suka sesuatu yang sparkling, kalau baju tidak sparkling seperti sayur tanpa garam. Kemudian saya kombinasikan dari bahan kulit dengan kain batik," terang Dyan pada Okezone saat ditemui di rumahnya, Jalan Sutorejo Prima Utara 3 PCC 9 Surabaya, Jumat (2/11/2018).

Dyan menceritakan, dirinya diundang festival fashion ke 11 di Australia selama dua hari. Dalam festival yang bertema Pretty Gladiator, dia membawa 10 baju hasil rancangan terbaru yang berbahan kulit dipadu dengan batik serta payet.

(Baca Juga: 5 Pesona Patricia Yora, Pilot Muda yang Aduhai)

 

(Baca Juga: Celana Dalam Hitam Terpampang! Meghan Markle Kenakan Rok Tembus Pandang)

Sepuluh baju hasil rancangannya yang dibawa terinspirasi dari tentara-tentara Romawi. Dimana tentara Romawi yang gagah berani, tapi tetap ada kesan seksinya pada wanita. Karena busananya berbahan dari kulit, sehingga agak kesulitan saat menjahit.

"Jahitnya agak lama karena sering jarum patah ketika menjahitnya. Kulit bisa menempel dengan dibordir dan dipayet, hal itu sangat rumit dan dibutuhkan ketelatenan. Jika tidak, maka tidak akan jadi-jadi bajunya," papar Dyan.

Satu baju membutuhkan waktu 2 minggu sampai sebulan proses pengerjaan. Hal tersebut tergantung dari detail payetnya. Dengan ikut festival fashion di Australia diharapkan bisa mendapatkan market di negeri kangguru itu.

"Kebetulan April lalu saya mendapat beasiswa dari Australia. Jadi kita dibrefing bagaimana membuat baju sesuai desainer Australia. Jadi Insya Allah tahun depan saya mengekspor baju ke Australia," tandas Dyan.

Sementara itu, salah satu model yang memakai baju hasil karya Dyan Nugrahini, Bungahill, menyatakan baju nyaman dipakai. Serta sangat bagus, jadi membuat dirinya bertambah cantik dan anggun.

"Saya suka bajunya, enak dipakai. Terasa pas di badan saat dipakai bajunya," terang Bungahill.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini