nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pretty Asmara Dikabarkan Meninggal Dunia, Ini Bahaya Obesitas pada Tubuh!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 04 November 2018 10:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 04 481 1973062 prestty-asmara-dikabarkan-meninggal-dunia-ini-bahaya-obesitas-pada-tubuh-NfFw30Ac4M.jpg Bahaya Obesitas pada Tubuh (Foto: Pixabay)

SALAH satu akun Instagram membagikan postingan di mana Selebriti Pretty Asmara dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka ini langsung menjadi viral di media sosial.

Kabar itu dibagikan berdasar postingan teman-teman dekat Pretty. Dijelaskan di sana bahwa Pretty Asmara meninggal hari ini, Minggu (4/11/2018) pukul 06.00 pagi. Sampai berita ini dibagikan belum ada informasi yang menjelaskan apa akibat kematian selebriti bertubuh besar tersebut.

Di sisi lain, ada kemungkinan besar kematian yang terjadi dengan Pretty dikarenakan kondisi tubuh yang semakin lemah. Terlebih, beberapa berita sebelumnya menuturkan bahwa setelah dibui, Pretty asmara kehilangan berat badan hingga 21 kg dan ini memungkinkan sistem imunnya turun secara drastis.

Tapi, perlu Anda ketahui juga bahwa mereka yang memiliki tubuh besar atau mengalami obesitas, memang berisiko terhadap penyakit tidak menular yang mengancam nyawa. Sebut saja diabetes, hipertensi, mau pun masalah jantung.

Seperti yang dikutip Okezone dari Health Harvard, di mana mereka yang bertubuh besar atau mengalami obesitas sangat rentan akan masalah kesehatan.

Diterangkan Dr Kahn bahwa kenaikan berat badan menunjukan peningkatan jumlah lemak visceral atau jenis lemak yang membungkus organ internal tubuh. "Ada banyak penelitian yang menunjukan bahwa rasio pinggang-pinggul yang tidak baik sangat berkaitan dengan diabetes dan risiko kardiovaskular," terang dr Kahn.

Salah satu penelitian tersebut dijurnalkan pada 15 Desember 2015 dalam Annals of Internal Medicine, menemukan bahwa orang dengan berat badan berlebih memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat penyakit jantung atau penyebab lain dibandingkan orang tanpa obesitas sentral.

Dengan paparan itu jelas bahwa mereka dengan tubuh obesitas akan sangat berisiko terserang masalah kesehatan. Mungkin banyak dari Anda yang kemudian menjelaskan bahwa "meski gemuk, yang penting tetap bergerak dan sehat", tapi faktanya itu pun keliru!

Dilansir dari Science Daily, penelitian yang dilakukan oleh Dr Raya Muttarak, dari University of East Anglia (UEA) dan Institut Internasional untuk Analisis Sistem Terapan (IIASA), di Austria, menguji karakteristik demografi dan sosial ekonomi yang terkait dengan meremehkan status berat badan untuk mengungkapkan ketidaksetaraan sosial dalam pola kesalahpahaman berat badan.

Analisis data dari hampir 23.460 orang yang kelebihan berat badan atau obesitas mengungkapkan bahwa mispersepsi berat badan telah meningkat di Inggris. Pria dan individu dengan tingkat pendidikan dan penghasilan yang lebih rendah lebih cenderung meremehkan status berat badan mereka dan akibatnya lebih kecil kemungkinannya untuk mencoba menurunkan berat badan.

Anggota kelompok etnis minoritas juga lebih mungkin meremehkan berat badan mereka daripada populasi kulit putih, namun mereka lebih mungkin mencoba menurunkan berat badan. Secara keseluruhan, mereka yang meremehkan berat badan mereka 85% lebih kecil kemungkinannya untuk mencoba menurunkan berat badan dibandingkan dengan orang yang secara akurat mengidentifikasi status berat badan mereka.

Hasilnya, penelitian yang diterbitkan di jurnal Obesity menunjukkan bahwa jumlah individu yang kelebihan berat badan yang salah mengukur berat badan mereka telah meningkat dari waktu ke waktu. Data menunjukan, dari 48,4% menjadi 57,9% pada pria dan 24,5% menjadi 30,6% pada wanita antara 1997 dan 2015.

Demikian pula, di antara individu-individu yang diklasifikasikan sebagai obesitas, proporsi laki-laki yang salah menilai berat badan mereka pada tahun 2015 hampir dua kali lipat dari tahun 1997 (12% vs 6,6%).

Studi ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran global tentang meningkatnya tingkat obesitas dan mengikuti laporan 2017 oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang menunjukkan 63% orang dewasa di Inggris kelebihan berat badan atau obesitas yang mana ini mengacu pada masalah kesehatan yang lebih serius.

So, tidak ada salahnya mereka yang obesitas untuk mau menerapkan gaya hidup sehat. Konsep gemuk itu sehat mulai diubah untuk mau memulai hidup yang lebih sehat demi kesehatan jangka panjang.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini