nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mencicipi Kelezatan Daging Asap Sambal Matah yang Begitu Menggoda

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 06 November 2018 09:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 05 298 1973730 mencicipi-kelezatan-daging-asap-sambal-matah-yang-begitu-menggoda-2jNPc3Kk10.jpg Mencicipi daging asap sambal matah (Foto: Dimas/Okezone)

TREN kuliner di Indonesia memang semakin beragam. Tidak hanya berkutat pada olahan makanan pencuci mulu (dessert) saja, kini sejumlah restoran seolah berlomba-lomba menyuguhkan kreasi hidangan baru yang memadukan dua komibinasi kuliner yang memiliki latar belakang berbeda.

Sebagai gambaran kecil, pernahkah Anda menyantap olahan daging bakar khas Jepang dengan sambal matah khas Bali? Biasanya, olahan daging ini disantap dengan beberapa jenis saus cocolan (dipping sauce) sesuai dengan selera konsumen. Menu daging asap sambal matah inilah yang baru saja diluncurkan oleh sebuah restoran di ibu kota yakni, Shaburi & Kintan Buffet.

Menurut pengakuan Yu Kato, selaku Marketing Manager Shaburi & Kintan Buffet, pemilihan sambal matah ini bukan tanpa alasan. Pihaknya telah melakukan sejumlah observasi terkait tren makanan yang sedang berkembang di kalangna pencinta kuliner Indonesia.

“Dari beberapa waktu lalu kami melihat ada sebuah tren unik yang digandrungi masyarakat Indonesia. Mereka sedang keranjingan makanan yang disajikan dengan sambal matah. Bahkan, saya sering melihat orang memesan makanan via ojek online, dan lagi-lagi, makanannya lengkap dengan sambal matah,” ujar pria yang akrab disapa Kato itu.

Baca Juga: Gaya Pertama Cut Meyriska Berhijab, Bikin Jatuh Hati!

Berbicara soal sambal matah, belum lama ini Okezone berkesempatan mencicipi menu terbaru yang ditawarkan Kintan di salah satu gerainya di Pacific Place, Jakarta. Berdasarkan rekomendasi Kato, sambal matah paling nikmat disantap bersama daging jenis Nakaochi. Ini adalah daging paling populer dan menjadi favorit para pencinta makanan all you can eat dan pelanggan setia Kintan Buffet.

daging asap sambal matah

Selain memiliki potongan yang panjang dan tekstur yang lebih besar, Nakaochi menyuguhkan sensasi rasa manis dan gurih yang sangat pas dikombinasikan dengan cita rasa pedas dari sambal matah. Eits tunggu dulu, ternyata ada teknik khusus agar momen bersantap menjadi lebih nikmat dan memuaskan.

“Tekniknya anggaplah daging kaya spons, semaksimal mungkin jangan dibolak-balik. Apalagi kalau dagingnya tebel. Ciri daging yang telah matang itu bisa dilihat dari permukaannya. Jika darahnya sudah naik ke atas, balik sekali, lalu diamkan selama kurang lebih 2-3 menit. Teknik ini menghasilkan tekstur yang sempurna dan tidak kisut,” jelas Kato.

daging asap sambal matah

Setelah daging dipanggang dengan tingkat kematangan yang sempurna, daging harus dicelupkan terlebih dahulu ke dalam saus tambahan sebelum disantap dengan sambal matah. Salah satunya adalah garlic butter sauce.

Baca Juga: Intip 5 Gaya Suami Maia Estianty, Irwan Mussry Kulineran, Doyan Santap Makanan Jepang Lho!

Perpaduan bawang putih dan butter memang sukses menyuguhkan sensasi gurih yang unik. Aroma bawang terasa begitu syahdu saat menyentuh lidah, apalagi lagi ketika daging dilipat dengan isian sambal matah. Rasanya gurih, sedikit pedas, teksturnya empuk, pokoknya sangat cocok untuk lidah Indonesia.

daging asap sambal matah

Nah, bagi Anda yang sering menyaksikan drama Korea, ada satu lagi cara unik yang bisa Anda coba saat hendak menyantap daging khas Jepang ini.

“Biasanya, setelah daging dicocol ke garlic butter dan dicampur dengan sambal matah, pengunjung membungkusnya dengan sangchu (selada air). Cara ini untuk menetralisir dan biar kolesterol tidak naik. Pakai kimchi juga enak,” tutur Amanda, salah satu staf Kintan Buffet.

Tertarik untuk mencobanya? Menu daging sambal matah ini bisa Anda dapatkan di seluruh gerai Shaburi & Kintan Buffet di seluruh Indonesia. Harganya dimulai dari Rp218 ribu – Rp399 ribu untuk makan siang, dan Rp258 ribu – Rp428 ribu untuk makan malam.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini