nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Benar Vasektomi Menyebabkan Disfungsi Ereksi? Ini Penjelasan Para Ahli

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 06 November 2018 00:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 05 485 1973632 apa-benar-vasektomi-menyebabkan-disfungsi-ereksi-ini-penjelasan-para-ahli-zuZBUcjfhd.jpeg Mr P (Foto: Deccan Chronicle)

VASEKTOMI sudah sangat sering didengar atau disebut oleh masyarakat. Namun, masih banyak pria yang menghindari untuk melakukannya. Seperti yang diketahui, vasektomi adalah operasi sederhana yang dilakukan oleh dokter, tujuannya untuk mencegah kehamilan secara permanen.

Dilansir Okezone dari laman Bold Sky, Selasa (6/11/2018), vasektomi atau sterilisasi pada pria merupakan salah satu cara kontrasepsi, dengan tindakan operasi yang dilakukan pada alat vital pria dengan cara memblokir atau memotong tabung dalam skrotum yang membawa sperma. Dengan cara ini sperma tidak keluar dari tubuh pria, maka pria tersebut tidak lagi bisa membuat seorang perempuan hamil.

Dalam dunia medis, vasektomi ada dua macam dengan metode yang berbeda, pertama metode inisiasi dan metode tanpa pemotongan. Namun, antara dua metode ini, salah satunya memiliki kemungkinan infeksi yang lebih rendah, dan membutuhkan waktu penyembuhan lebih singkat, yaitu metode tanpa pemotongan.

BACA JUGA:

 Rangkaian Janur Kuning Menyita Perhatian Dunia

Sayangnya, meski vasektomi alternatif untuk mencegah kehamilan dan ada metode yang dianggap aman, tetap saja masih ada orang yang menghindari cara kontrasepsi ini, karena dianggap menjadi salah satu penyebab disfungsi ereksi. Benarkah demikian?

Masih dari sumber yang sama, ternyata ada sebuah penelitan yang menunjukkan kejadian disfungsi ereksi setelah tindakan operasi vasektomi sangat langka. Bahkan, diyakini sangat tidak mungkin setelah menjalani vasektomi dapat mengalami disfungsi ereksi.

Padahal, setelah melakukan vasektomi, sperma tidak akan hilang dari tubuh laki-laki, mereka masih dapat ereksi dan ejakulasi sesudahnya. Namun, memang ada perbedaannya, yaitu air mani yang keluar dari tubuh tidak lagi mengandung sperma, yang dapat membuahi sel telur.

Setelah penelitian tersebut dilakukan dan hasilnya menunjukkan vasektomi tidak selalu menyebabkan disfungsi ereksi, maka dapat ditarik kesimpulan proses ereksi seharusnya tidak terpengaruh pasca vasektomi, karena prosesnya tidak memiliki pengaruh pada atribut fisik seorang pria. Singkatnya, vasektomi tidak akan memiliki efek pada orgasme dan perasaan ejakulasi. Bahkan, air mani juga tetap akan terlihat sama dan rasa orgasme pun tidak akan berubah sama seperti sebelum melakukan vasektomi.

Komplikasi akibat vasektomi

Vasektomi merupakan salah satu cara kontrasepsi yang cukup aman, tapi malah diragukan oleh masyarakat. Sebagian masyarakat menganggap vasektomi atau steril dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Kenyataannya menurut sebuah penelitian, vasektomi tidak menyebabkan disfungsi ereksi, bahkan pria masih bisa ejakulasi, ereksi, dan orgasme seperti biasa sebelum melakukan steril.

Namun, setelah melakukan kontrasepsi ini memang masih ada efek sampingnya yang mungkin saja terjadi. Dilansir Okezone dari laman Bold Sky, Senin (5/11/2018), ada beberapa masalah umum setelah vasektomi dilakukan, di antaranya pendarahan, pembekuan darah di skrotum, memar pada skrotum, infeksi di tempat operasi, pembengkakan, nyeri ringan atau merasa tidak nyaman.

Selain beberapa masalah yang telah disebutkan di atas, masih ada pula komplikasi-komplikasi lainnya yang bisa saja tertunda dialami oleh pria yang melakukan vasektomi, yaitu nyeri kronis, peradangan karena kebocoran sperma, kegagalan vasektomi pun ternyata masih bisa terjadi hingga bisa mengakibatkan kehamilan pada pasangan seksual lagi. Nyeri yang terasa menyakitkan selama ejakulasi dikarenakan ada penumpukan cairan di testis, pengembangan kista dekat tabung melingkar yang terletak di testis atas, hingga kehadiran kantong berisi cairan di sekitar testis juga bisa terjadi.

 

Setelah mengalami efek-efek samping yang sudah disebutkan, pria yang telah melakukan vasektomi pun perlu memeriksakan diri ke dokter dengan segera. Tanda-tanda infeksi yang biasanya terjadi suhu di atas 100,4 derajat fahrenheit, darah mengalir dari titik operasi bersama dengan pembengkakan dan rasa sakit yang parah.

Selain itu, kamu pun kemungkinan masih memerlukan pemeriksaan dokter sekira enam hingga dua belas Minggu setelah melakukan vasektomi. Analisis semen lanjuta juga diperlukan untuk memeriksa apakah proses vasektomi telah berhasil dilakukan. Air mani akan diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa apakah masih ada sperma.

BACA JUGA:

 Luar Biasa, Koper-Koper Ini Tetap Utuh Meski Ditimpa Mobil

Di sisi lain, meski komplikasi sangat jarang terjadi, ada beberapa komplikasi jangka panjang yang bisa terjadi, di antaranya ketidaknyamanan dan rasa sakit karena nyeri pada skrotum kronik, kegagalan operasi, epididimitis, vistula vaso vena atau pembuluh darah terluka, granuloma sperma atau kista kecil, vasectomy Rafter care perlu dilakukan, seperti membalut skrotum beberapa hari dengan mengenakan pakaian ketat, dua hari pertama mengompres skrotum pakai es, membatasi aktivitas fisik dan istirahat 24 jam setelah operasi, dan menghindari aktivitas seksual sekira seminggu. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini