Share

Jangan Pernah Pukul Pantat Anak, Risikonya Gangguan Otak dan Peningkatan Amarah di Masa Dewasa!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 06 November 2018 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 06 196 1973878 jangan-pernah-pukul-pantat-anak-risikonya-gangguan-otak-dan-peningkatan-amarah-di-masa-dewasa-tYjK7oFirG.jpg Memukul Pantat Anak (Foto: Dailymail)

BEBERAPA orangtua menerapkan konsep keras dan disiplin pada anak. Ketika si anak berbuat salah, maka hukuman seperti pukulan tangan, dengan benda tumpul, atau jewer jadi pilihan. Padahal, tindakan itu semua sangat tidak baik untuk anak!

Salah sati hukuman yang biasa diberikan orangtua kepada anak yang dianggap nakal adalah pukul pantat. Hukuman ini dianggap wajar karena pukul pantat juga tidak akan memberi rasa terlalu sakit tapi dianggap membuat efek jera.

Baca juga: Di Balik Heboh Tampang Boyolali, Yuk Cicipi 5 Kuliner Legendarisnya

Namun, belum lama ini kelompok dokter anak terkemuka di Amerika mengeluarkan statement bahwa memukul pantat anak bisa membawa potensi bahaya di kemudian hari.

Dikutip Okezone dari Daily Mail, Selasa (6/11/2018) dalam kebijakan baru American Academy of Pediatrics (AAP) dijelaskan di sana bahwa pukul pantat dapat menyebabkan agresi, perubahan otak, penyalahgunaan zat, dan perilaku bunuh diri di masa dewasa.

Sebelumnya, kebijakan yang dikeluarkan AAP jelas di mana setiap orangtua tidak diperkenankan untuk memberikan pukulan pada anak dengan alasan apa pun. Dengan keluarnya penelitian ini, semakin jelas alasan untuk tidak memukul anak itu.

Tidak hanya memukul, AAP juga menegaskan kepada semua orangtua untuk tidak menampar, menghina, atau mempermalukan anak di depan umum atau di depan anggota keluarga.

Peneliti mengatakan penelitian pada 1998 menyebabkan pembaruan yang signifikan. Dasar penelitian sebelumnya jelas bahwa memukul anak bisa membawa dampak buruk.

Sadar atau tidak, memukul anak dianggap oleh sebagian orangtua dapat membawa perbaikan pada perilaku anak. Padahal, penelitian menunjukan bahwa memukul tidak lebih efektif daripada hukuman non-fisik, termasuk menghentikan penggunaan fasilitas rumah, diambil jatah uang jajan, atau hukuman lainnya.

"Meski pun banyak dari orang dewasa yang masa anak-anaknya di pukul, mereka bisa merasakan kebahagiaan di kemudian hari. Tapi, hal ini bukan jadi acuan pasti. Sebab, memukul anak tetap akan membawa dampak buruk jangka panjang," saran peneliti. ,

Lebih lanjut, studi yang diterbitkan dalam dua dekade terakhir telah mendukung bukti bahwa memukul pantat dapat membuat anak-anak muda lebih agresif dan menentang.

Penelitian lain telah menghubungkan hukuman fisik di masa kanak-kanak dengan perubahan otak pada orang dewasa muda termasuk peningkatan kadar hormon stres.

Perilaku bunuh diri, penyalahgunaan zat, dan amarah yang berlebihan atau tempramen adalah salah satu konsekuensi jangka panjang dari tindakan memukul orangtua pada anaknya.

Peneliti juga memperingatkan bahwa memalukan anak-anak dengan kalimat yang menghina akan membawa dampak depresi jangka panjang.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini