nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terungkap, Generasi Milenial Banyak yang Pura-Pura Punya Hubungan Bahagia

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 14:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 07 196 1974525 terungkap-generasi-milenial-banyak-yang-pura-pura-punya-hubungan-bahagia-XbDc2a67cm.jpg Hubungan asmara milenial (Foto:Ist)

KEHADIRAN media sosial membuat banyak orang senang mengunggah momen yang terjadi dalam hidupnya. Entah itu berupa foto maupun video. Tak sedikit momen yang dibagikan adalah momen bahagia, termasuk dalam hal kebersamaan dengan pasangan.

Akan tetapi, benarkah orang-orang yang senang membagikan momen bahagianya benar-benar bahagia? Nyatanya sebuah penelitian terbaru menemukan setengah dari generasi milenial berpura-pura kepada orang lain terkait hubungannya. Mereka ingin menunjukkan bila hubungannya seolah lebih bahagia daripada sebenarnya dan dibandingkan orang lain.

Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 2.000 orang dewasa di Inggris. Dari survei yang dilakukan, terungkap bila menunjukkan momen kebersamaan dengan pasangan di media sosial merupakan cara untuk menutupi ketidakamanan. Sebanyak 51% dari orang-orang yang mengikuti survei mengatakan, mereka membuat hubungan terlihat lebih baik kepada orang lain daripada yang sebenarnya.

Tak sampai di situ, sebanyak 42% responden milenial dan 27% responden secara keseluruhan mengaku menggunakan platform media sosial untuk memberikan kesan bila hubungan mereka sempurna. Jauh sebelum penelitian ini dilakukan, di awal tahun seorang seksolog dan ahli hubungan Nikki Goldstein mengatakan perilaku semacam ini adalah tanda bila seseorang mencari validasi untuk hubungan mereka dari orang lain. Selain itu, mengunggah momen kebersamaan dengan pasangan menjadi tanda bila sebenarnya mereka kehilangan momen penting.

 Pangeran Charles Khawatir pada Bayi yang Dikandung Meghan Markle

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang psikolog dan ahli hubungan, Madeleine Mason. Dirinya menyatakan ada sejumlah alasan pasangan ingin menggambarkan hubungannya bahagia di depan orang lain padahal sebenarnya tidak. "Orang-orang menginginkan perhatian, dan kisah-kisah positif cenderung dirayakan, disukai, serta dikomentari," katanya seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Rabu (7/11/2018).

Madeleine menambahkan, “Dalam kasus lain, beberapa orang merasa tertekan untuk menampilkan kebahagiaan hubungan karena takut tidak berhasil. Sementara beberapa orang ingin percaya hal-hal berjalan dengan baik. Jadi dengan mengkurasi gambar positif mereka berusaha menipu diri sendiri agar berpikir hal-hal yang baik saja.”

 Meme Ekspektasi VS Realita Pernikahan, Nomor 4 Paling Kocak!

Madeleine mengatakan kondisi ini dilatarbelakangi oleh media sosial dan reality show di televisi. Konsekuensinya banyak orang yang lebih menderita karena hubungannya. Bahkan ada masalah kesehatan mental yang lebih besar karena hubungan yang buruk tidak ditangani dengan tepat.

Sementara itu, salah seorang ahli yang ikut dalam survei mengatakan temuan ini mengkonfirmasi apabila ada banyak tekanan saat ini terutama di kalangan generasi milenium untuk memberi kesan hubungan yang sempurna. “Kita mungkin sebaiknya jujur tentang hubungan dan menyadari bahwa tidak ada yang sempurna. Hubungan jangka panjang dan memuaskan tidak terjadi begitu saja. Hal itu membutuhkan kerja keras, humor, dan mungkin adanya dukungan seperti konseling selama masa-masa sulit," pungkasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini