nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Pecandu Rokok di Indonesia Meningkat 9,2 Persen, Ini yang Perlu Dilakukan Orangtua!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 14:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 07 481 1974476 anak-pecandu-rokok-di-indonesia-meningkat-9-2-persen-ini-yang-perlu-dilakukan-orangtua-IQ3qioYaIt.jpeg Rokok (Foto: Allaboutislam)

MEROKOK layaknya sebuah penyakit menular yang bisa dialami pada siapa saja. Jadi, tak aneh apabila anak kecil zaman sekarang turut menghisap benda kecil beracun tersebut.

Sungguh ironi memang melihat kejadian ini terjadi di Indonesia. Pergaulan yang buruk serta kurangnya kontrol dari orang tua membuat sang anak menjadi liar dan tak terkontrol.

Melihat hal ini, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Faried Moeloek, menjelaskan bahwa perhatian adalah hal utama yang harus diperhatikan para orangtua untuk mengawasi anak-anaknya. Dengan adanya pengawasan, maka kebiasaan merokok yang telah menjadi penyakit masyarakat bisa dicegah sesegera mungkin.

BACA JUGA:

 4 Gaya Stylish Cyntia Livianty, Adik Bungsu Maia Estianty

“Kita harus memberikan perhatian lebih kepada para anak-anak. Di sekolah tidak boleh merokok di rumah juga enggak boleh, dengan teman juga. Peee group jelek akan berpengaruh ke hal negatif, kalau positif maka akan berinovasi dan berkreativitas. Jadi ke arah-arah positiflah daripada bermain Tiktok,” tutur Menkes Nila, saat dijumpai Okezone di sela-sela GHSA, Rabu (7/11/2018).

Menkes Nila mengatakan ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengurangi kebiasaan merokok, yakni dengan memperluas kawasan tanpa rokok. Di sisi lain menkes juga khawatir akan semakin tingginya tingkat kecanduan rokok pada anak-anak.

 

“Coba untuk mengurangi rokok agar tidak berdampak pada kesehatan, misalnya kawasan tanpa rokok kita perluas, kita perbanyak, kemudian kita mengingatkan terus anak-anak di sekolah. Terus terang kalau saya boleh beritahu kecanduan rokok pada anak-anak meningkat sekali sampai 9,2 persen,” lanjut Menkes Nila.

Menteri Nila mengatakan menurut data dari Riskesdas 2018, sebelumnya 8, lalu naik lagi. Ia khawatir jika anak-anak yang sudah merokok akan menjadi kecanduan sehingga nantinya akan ada penyakit yang mengikutinya sampai dewasa.

Menanggapi hal ini, Menkes Nila berharap para guru berperan aktif untuk mencegah anak didiknya melakukan tindakan yang tidak lazim dilakukan di usianya. Pasalnya, pergaulan merupakan salah satu cara termudah bagi anak untuk terjerumus ke hal yang negatif.

“Barangkali kita tetap meminta anak-anak untuk tidak merokok di sekolah dan para guru tidak memberi contoh yang buruk juga. Peraturan daerah bisa dibuat dalam hal ini. Di sekolah bisa tapi saat kumpul sama anak-anak sekolah. Kalau ada peraturan daerah atau peraturan desa, ada Desa yang lurahnya mengeluarkan Perdes, tidak boleh ada yang merokok,” sambungnya.

Tak hanya di lingkungan sekolah dan keluarga, menkes juga ingin adanya ketahan keluarga. Dimana keluarga merupakan orang terdekat dan sangat berpengaruh dalam proses berprilaku sang anak.

BACA JUGA:

Gaya Pertama Cut Meyriska Berhijab, Bikin Jatuh Hati!

“Kedua saya minta, ketahanan keluarga, saya imbau karena pentingnya luar biasa. Kita harus memberikan perhatian lebih kepada anak-anak,” tuntasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini