nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deteksi Kanker Payudara Menggunakan BRCA Screening Lebih Mudah dan Cepat

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 17:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 07 481 1974653 deteksi-kanker-payudara-menggunakan-brca-screening-lebih-mudah-dan-cepat-FU7O7V3Q2v.jpg Ilustrasi (Foto: Womenshealth)

KANKER payudara menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Penyebabnya, lebih dari 80 persen kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut. Hal ini membuat upaya pengobatan menjadi lebih sulit dilakukan.

Jika Anda mulai waspada dan menjaga gaya hidup sehat mulai sekarang, kemungkinan Anda terhindar dari kanker payudara semakin besar. Kanker payudara sendiri merupakan tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh tanpa terkendali. Jika tumor sudah menyebar ke jaringan di payudara, maka kanker payudara dapat terjadi.

Lalu apa penyebab kanker payudara? Benarkah dari genetika? Menurut dr Jessica, tidak sepenuhnya kanker adalah penyakit bawaan.

 (Baca Juga:Sempat Jadi Polemik, Susu Kental Manis Bukan Penyebab Kegemukan!)

"Semua kasus kanker berhubungan dengan genetika, tetapi tidak semua kasus kanker merupakan penyakit bawaan (keturunan),” kata dr Jessica Lepianda dari Genetics Indonesia di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

 

Untuk mendeteksi kanker payudara, Anda bisa memulainya dengan langkah sederhana, yakni melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) pada hari kelima hingga ketujuh setelah menstruasi. Langkah deteksi lainnya bisa dilakukan dengan ultrasonografi (USG) dan mamografi. Namun, kini potensi risiko kanker juga bisa dideteksi melalui BRCA Screening.

”Semua orang memiliki gen BRCA1 dan BRCA2 di dalam tubuhnya yang diturunkan dari kedua orangtua. Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 berhubungan erat dengan meningkatnya risiko seseorang terkena kanker payudara dan ovarium,” kata dr Jessica.

 (Baca Juga:Mengenal Zoonosis, Penyakit Ancaman Kesehatan Masyarakat Global)

Ia menjelaskan, BRCA1 dan BRCA2 merupakan gen yang memproduksi tumor suppressor protein, yang bertugas untuk memperbaiki DNA rusak dan mengontrol pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh. Ketika terjadi mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2, pertumbuhan sel-sel menjadi tidak terkontrol, yang kemudian dapat berkembang menjadi sel kanker.

Dokter Jessica melanjutkan, orang-orang yang memiliki mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 lebih berisiko terkena kanker payudara dan ovarium pada usia muda. Ini karena mutasi dari kedua gen yang dipengaruhi oleh gaya hidup.

 

”Tidak semua orang yang memiliki mutasi gen BRCA (karena diturunkan dari orang tuanya) akan terkena kanker. Tapi setiap anak yang orangtuanya membawa mutasi dari gen-gen ini, akan memiliki risiko sebesar 50 persen mewarisi mutasi dari gen-gen ini,” ujarnya.

Pemeriksaan genetik BRCA Screening dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat menggunakan sampel DNA yang diperoleh dari olesan bagian dalam pipi.

 (Baca Juga:Anak Pecandu Rokok di Indonesia Meningkat 9,2 Persen, Ini yang Perlu Dilakukan Orangtua!)

Jika hasil pemeriksaan BRCA1 dan BRCA2 seseorang positif, bukan berarti orang tersebut sudah terkena kanker. Namun hanya menandakan bahwa memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena kanker payudara atau ovarium dibandingkan dengan rata-rata orang lainnya.

Namun Anda bisa mulai mencegahnya dari sekarang untuk menghindari kanker yang ganas. Mulailah ubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat.

"Menurut data WHO, faktor risiko kanker payudara meningkat mencapai 70 persen pada wanita yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara dan mewarisi mutasi gen BRCA,” pungkas dr Jessica.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini