Jepang Outbreak Rubella, Sebelum Liburan ke Sana Vaksin Dulu Yuk!

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 07 481 1974664 jepang-outbreak-rubella-sebelum-liburan-ke-sana-vaksin-dulu-yuk-nW8UJnoO1c.jpg Ilustrasi (Foto: Ctvnews)

JEPANG jadi salah satu destinasi wisata favorit traveler dunia, termasuk orang Indonesia. Karena di sana dilaporkan sedang ada wabah rubella, sebaiknya Anda wajib melakukan vaksin terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan oleh badan pusat pengendalian penyakit, yang berbasis di Amerika Serikat. Ditegaskan bahwa saat ini sebagian kawasan di Jepang sedang mengalami wabah rubella.

"Jepang telah melaporkan wabah rubella atau campak Jerman. Traveler pergi ke Jepang, pastikan Anda divaksinasi lagi sebelum meninggalkan negara masing-masing," begitu isi seruan CDC lewat media sosial, sehari lalu.

Khusus bagi wanita hamil, sementara jangan melancong ke Negeri Sakura. Sebab, wabah rubella mengintai calon ibu, yang nanti dampaknya bisa melahirkan bayi cacat atau bahkan janin meninggal dunia.

travel notice

Namun, seruan itu hanya berlaku ketika terjadi outbreak penyakit rubella, yang sangat membahayakan. Jika sudah dinyatakan bebas, tentu Anda boleh sepuasnya mengeksplorasi kota-kota di Jepang, tapi tetap wajib melakukan vaksinasi ya!

"Jika Anda hamil, perhatikan agar melindungi diri terhadap rubella. Jangan pergi ke Jepang selama outbreak," tambah isi pernyataan itu.

Baca Juga: Padu-padan Hijab dengan Item Mahal ala Aisyahrani, Nggak Kalah Kece Badai dari Syahrini

Seperti diketahui, rubella merupakan penyakit langka, yang ditularkan lewat virus. Gejala awalnya pasien akan mengalami ruam di kulit, demam, nafsu makan menurun, pusing, mual dan tanda-tanda lainnya.

Baca Juga: 4 Gaya Stylish Cyntia Livianty, Adik Bungsu Maia Estianty

Sayangnya, rubella bisa membawa dampak buruk pada janin dalam kandungan. Bayi bisa lahir dalam kondisi cacat, seperti tuli pada umumnya.

Namun beruntungnya, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin. Paling efektif dapat dilakukan sejak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Saat dewasa dan mendadak ada outbreak penyakit ini, Anda bisa mengulang vaksin supaya efikasinya lebih sempurna.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini