nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada, Mudah Depresi Bisa Disebabkan karena Kekurangan Kalsium

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 06:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 07 481 1974672 waspada-mudah-depresi-bisa-disebabkan-karena-kekurangan-kalsium-XJCt0cdhRv.jpg Ilustrasi sedih (Foto: Harvard Health)

SEJAK masa sekolah dulu, kita sudah familiar dengan manfaat akan asupan kalsium untuk tubuh, apalagi kalau bukan untuk menunjang pertumbuhan tulang dan gigi agar bisa tumbuh dan berkembang baik.

Namun sayangnya, tidak begitu banyak orang yang sudah mengetahui bahwasanya asupan kalsium itu peranannya begitu penting bukan hanya untuk kesehatan tubuh secara fisik juga tetapi juga kesehatan mental.

Pasalnya, seperti dijelaskan oleh Dr. drg. Amaliya, selaku dokter dan juga peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) bahwasanya kekurangan asupan kalsium itu memiliki hubungan dengan depresi.

BACA JUGA:

 Pangeran Charles Khawatir pada Bayi yang Dikandung Meghan Markle

“Iya, kurang asupan kalsium itu nge-link atau ada hubungannya dengan depresi. Kalau orang enggak kena sinar matahari tidak mendapat vitamin D itu ada resiptor dalam tubuhnya yang terhambat, itu adalah hormon yang menyebabkan rasa senang. Maka dari itu dengan berkurangnya hormon itu orang akan merasa tertekan dan sedih. Nah, biasanya hormon itu akan terpicu saat kita beraktivitas, terkena sinar matahari, dan mendapat asupan vitamin D nya cukup,” ungkap Amaliya kala ditemui Kamis (8/11/2018) di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat dalam sebuah acara seminar kesehatan.

 

(Ilustrasi Depresi/ Shutterstock)

Jika merunut pada penjelasan di atas, maka bisa dikatakan secara logika memang orang-orang yang tidak suka beraktivitas di luar rumah, tidak suka terkena sinar matahari alias lebih memilih mengurung diri di rumah (homebody) itu mempunyai peluang terkena depresi menjadi lebih besar.

“Betul, di luar negeri saja ada sebutan periode terkena depresi dan periode bahagia. Periode depresi itu ya pas musim dingin, enggak ada matahari kan. Matahari terbit jam 9 pagi lalu sudah tenggelam di jam 4 sore, selesai bekerja keluar kantor langit sudah gelap ya enggak kena matahari jadi mudah terkena depresi. Lain pas musim panas, semua orang merasa senang karena bisa beraktivitas di luar, bisa terkena sinar matahari,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Amaliyah juga menjelaskan takaran batas aman asupan kalsium per hari untuk orang dewasa dalam rentang usia produkif bekerja. Di mana, disebutkan takaran ambang aman asupan kalsium sendiri jika dilihat dari suplemen, ada di titik 200 sampai 500 gram sehari. Sumber kalsium pun selain bisa didapat dari susu dan suplemen, juga tentunya bisa didapatkan dari makanan contohnya ikan laut.

BACA JUGA:

 Pangeran Charles Khawatir pada Bayi yang Dikandung Meghan Markle

“Kalau kita lihat di suplemen itu biasanya 200-500 gram sehari, kalau makanan sendiri itu banyak sumbernya, bukan hanya susu saja. Tetapi bisa juga dari ikan, contohnya ikan laut dalam yang punya kandungan kalsium tinggi, olahan pangan dari susu juga bisa contohnya keju. Susu yg biasanya dijual di supermarket itu juga biasnaya sudah difortifikasi, alias sudah ditambahkan vitamin D, jadi selain ada kalsiumnya. Lengkap dan bagus lah untuk pertumbuhan tulang dan gigi,” tutup Amaliya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini