nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Lebih Jauh Mers CoV, Penyakit Berbahaya yang Mengancam Jamaah Haji & Umroh

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 06:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 07 481 1974808 mengenal-lebih-jauh-mers-cov-penyakit-berbahaya-yang-mengancam-jamaah-haji-umroh-Q607YUr4iO.jpg Virus Mers CoV yang ancam kesehatan calon jemaah haji dan umroh (Foto:Ilustrasi/Youtube)

ANTUSIASME masyarakat Indonesia untuk pergi haji dan umroh sangatlah besar. Tentu saja menunaikan ibadah ke tanah suci juga memiliki risiko besar, khususnya dalam dunia kesehatan. Beberapa diantaranya adalah Mers-CoV, Meningitis dan berbagai penyakit menular berbahaya lainnya.

Tentu hal ini sangatlah berbahaya jika tidak ditindaklanjuti dengan serius, bahkan bisa menyebabkan kematian dengan cepat karena proses penularannya. Penyakit berbahaya ini diketahui berasal dari hewan yang ada di daerah timur tengah yakni unta, alhasil berbagai penyuluhan telah dilakukan agar para jamaah haji menghindari hewan mamalia yang satu ini.

Hal ini pun dibenarkan oleh, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Republik Indonesia, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc. Ia secara detail menjelaskan lebih lanjut tentang karateristik penyakit mematikan yang berasal dari timur tengah ini.

 Pangeran Charles Khawatir pada Bayi yang Dikandung Meghan Markle

"Mers-CoV artinya middle east respiratory syndrom corona virus artinya penyakit yang muncul dari timur tengah. Proses penularannya melalui binatang yang ada di timur tengah maka salah satu binatangnya adalah unta. Sehingga kami melakukan tindakan-tindakan pencegahan dengan tidak dekat-dekat dengan unta," tutur Dr Eka dalam acara GHSA di Nusa Dua Convention Hall, Rabu (7/11/2018).

Dr Eka juga mengatakan bahwa untuk mengetahui seorang jamaah haji tertular Mers-CoV atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan laboraterium. Pasalnya penyakit ini akut dan sangat mematikan akibat penyebarannya yang sangat cepat. Oleh sebab itu diperlukan uji lab untuk mengetahui apakah seseorang positif terserang penyakit itu.

 

“Lebih baik mencegah daripada mengobati, kini tidak ada salah satu jamaah haji kita yang terinfeksi confirm dengan pemeriksaan laboratorium bersangkutan sakit Mers CoV. karena sakit Mers CoV itu akut penyakitnya. hari ini misalnya kena, paling tidak dua hari sudah meninggal dunia dengan sesak napas sangat berat, demam badannya, batuk terus menerus dan tidak bisa sembuh dengan obat-obatan biasa,” lanjutnya.

Bukan hanya mematikan, Dr Eka memastikan bahwa penyakit ini dapat menular dengan sangat cepat dari para jamaah haji yang terinfeksi. Jadi ada baiknya untuk memeriksakan diri ke laboratorium apabila timbul gejala yang mulai aneh saat pulang dari negara di timur tengah.

 5 Momen Romantis Panji Trihatmodjo Bersama Istri Pasca Menikah

“Penyakit ini sangat menular, jadi jika ada satu yang kena, maka teman-teman akan tertular dan menyebabkan penyakit yang sama, itulah yang disebut dengan wabah. Kemudian ketika mereka kembali ke tanah air, juga akan membawa virus yang sama dan juga menular dengan cepat ke keluarganya,” sambungnya.

Bagi para jamaah umroh atau haji yang tertular penyakit mematikan ini saat beribadah ke tanah suci, tidak perlu khawatir. Pasalnya Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga memiliki prosedur yang baik tentang keamanan penyakit-penyakit infeksi yang berbahaya.

“Inilah yang menjadi atensi kita meminta kepada masyarakat supaya tidak dekat-dekat dengan unta karena lebih baik mencegah daripada mengobatinya. Jika kita terjangkit saat berada di tanah suci, kita perlu cepat melaporkan ke kementerian kesehatan yang ada di Arab Saudi. Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga memiliki prosedur tentang keamanan penyakit-penyakit infeksi yang berbahaya tersebut,” tuntasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini