nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pariwisata Danau Toba Semakin Berkembang, Bisnis Ulos Ikut Bertansformasi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 10 November 2018 19:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 10 194 1976048 pariwisata-danau-toba-semakin-berkembang-bisnis-ulos-ikut-bertansformasi-orf7uu9n6k.jpg Kain Ulos. (Foto: Facebook Manko Luhut)

PENGEMBANGAN kawasan wisata Danau Toba berhasil menumbuhkan kembali gairah ekonomi masyarakat lokal. Bahkan, kualitas ulos buatan lokal sudah mampu bersaing di pasar Internasional.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba, Arie Prasetyo, saat ditemui Okezone dalam acara Sales Mission Danau Toba di Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/9/2018).

“Bisnis ulos itu sekarang kembali bergairah seiring berkembangnya kawasan Danau Toba. Dulu ulos hanya dijual dalam bentuk kain. Sekarang orang-orang sudah mulai berinovasi, ada yang dibikin baju, tas, dompet, dan masih banyak lagi,” tutur Arie Prasetyo.

Baca Juga: Intip Gaya Liburan Maria Ozawa Pakai Bikini, Bikin Mata Pria Ogah Kedip!

Tidak hanya ulos, kerajinan-kerajinan tangan dan produk makanan yang tadinya merasa tidak ada masa depan lagi, sekarang kembali meramaikan industri pariwisata. Bisa dibilang, kemajuan pariwisata di kawasan Danau Toba ini memang sangat luar biasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).

Selain itu, Arie mengatakan, dampak positif dari kemajuan kawasan wisata Danau Toba ini juga berimbas pada sejumlah pelaku bisnis wisata, mulai dari perhotelan, restoran, hingga supplier makanan.

“Kalau hotel-hotel penuh, impact-nya kan juga kepada suplier-suplier makanan. Mereka akan terus membeli telur , sayur, daging, dan bahan makanan lainnya dalam jumlah besar. Kegiatan seperti ini bisa jadi perputaran ekonomi yang sangat baik untuk masyarakat Danau Toba," katanya.

"Jadi jangan heran jika Presiden Joko Widodo menetapkan bahwa pariwisata adalah leading sektor yang menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah dia.

Baca Juga: Raisa-Hamish Baby Moon ke Tokyo, Intip Kamar Mewah sampai Keseruannya Keliling Kota

Kendati demikian, Arie juga sempat membeberkan beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi oleh pemerintah Indonesia sekaligus para pelaku wisata lokal.

“Kita sangat kurang aktivitas malam. Kita ingin wisatawan bisa keluar di malam hari untuk melakukan suatu kegiatan. Misalnya berbelanja atau menikmati pertunjukkan musik dan seni,” tegas Arie.

“Atraksi di danau itu sendiri masih kurang. Saya ingin nantinya wisatawan menaiki kapal bukan hanya untuk menyeberang ke Pulau Samosir. Mungkin di kapal nanti ada varian kuliner yang disajikan, ada live music, atau ada tarian-tarian yang disajikan. Ini adalah masukkan dari wisatawan juga. Mereka ingin ada aktivitas di atas kapal juga,” tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini