nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Treatment Kecantikan 2018 yang Lagi Digemari , Bagaimana dengan Tahun Depan?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 10 November 2018 09:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 10 611 1975840 tren-treatment-kecantikan-2018-yang-lagi-digemari-bagaimana-dengan-tahun-depan-PbAek2DSig.jpg Perawatan kulit (Foto: Pixabay)

SEMUA orang tentu ingin tampil sempurna. Tak hanya perempuan, pria pun ingin tampil mempesona. Oleh sebab itu banyak dokter kecantikan yang menyediakan treatment kecantikan untuk mendapatkan wajah yang mulus dan sempurna seperti yang mereka harapkan.

Sebenarnya banyak tren kecantikan yang berfungsi untuk mendapatkan wajah indah menawan. Mulai dari operasi plastik, tanam benang dan masih banyak lainnya digunakan dalam dunia kecantikan. Namun, seperti apa sih tren kecantikan yang paling digemari masyarakat untuk dilakukan?

dr. Nanang Masrani, dari Klinik Gloskin Clinic, mengatakan bahwa saat ini banyak sekali teknik di dunia kecantikan. Namun, salah satu metode yang paling sering digunakan dan menjadi favorit masyarakat sepanjang 2018 adalah Injeksi Botulinum yang bertujuan mengurangi kerutan wajah pada daerah tertentu.

“Treatment yang banyak digemari masyarakat selama 2018 ada Injeksi Botulinum Toxin yaitu Injeksi yang bertujuan mengurangi kerutan pada area tertentu wajah sehingga terlihat lebih kencang dan lebih muda. Bahan injeksi tersebut berasal dari protein berupa Toxin Bakteri Clostridium Botulinum,” tutur dr.Nanang saat dihubungi Okezone, Sabtu (10/11/2018).

Cara menerapkan metode ini pun cukup singkat dan tidak memakan banyak waktu. Selain itu, para pasien pun bisa langsung beraktivitas seperti semula setelah melakukan perawatan ini. Selain itu perawatan ini juga bisa bertahan cukup lama, sehingga bisa menjadi pilihan favorit masyarakat.

“Cara pemakaiannya disuntikkan dengan dosis kecil pada otot wajah sehingga otot wajah menjadi lebih relaks dan kerutan pun berkurang. Lama perawatan kurang lebih 15-30 menit. Pasien bisa langsung beraktivitas. Hasilnya terlihat mulai hari ke 3 setelah perawatan. Perawatan ini bertahan 4-5 bulan,” lanjutnya.

Berbicara soal tren kecantikan pada 2019, dr.Nanang memprediksi masih akan tetap sama seperti tahun ini. Pasalnya masyarakat menginginkan hasil yang cepat dan tidak memakan banyak waktu. Botulinum Toxin, Filler dan Tread Lift kemungkinan masih mendominasi. Sementara PRP (Platelet Rich Plasma) juga diprediksi akan digemari masyarakat pada 2019.

“Trend kecantikan yang akan booming 2019 kemungkinan masih akan sama dengan 2018, masyarakat lebih memilih perawatan yang hasilnya cepat dan tidak menyita banyak waktu, tren tersebut mengadaptasi tren kecantikan masyarakat luar negeri secara global terutama Amerika Serikat (misalnya Beverly Hills). Botulinum Toxin, Filler dan Tread Lift kemungkinan masih mendominasi, perawatan lain yang juga akan Booming adalah PRP (Platelet Rich Plasma) yaitu peremajaan kulit dengan growth factor dari plasma darah pasien sendiri,” tutupnya.

Senada dengan pernyataan dr.Nanang, dr Ruri Pamela, SpKK pun memberikan pendapatnya mengenai tren kecantikan yang digemari masyarakat pada 2018. Tren perawatan kecantikan yang banyak dicari adalah treatment pembentukan kontur wajah yg dilakukan secara non invasif (non bedah).

Metode tersebut antara lain dengan penyuntikan filler, penyuntikan obat penghancur lemak untuk mengurangi lemak di pipi dan bawah dagu, perawatan thread lift (tanam benang), radiofrekuensi, dan cryolipolisis untuk mengurangi double chin.

Tren ini semakin tahun semakin diminati, salah satunya akibat pengaruh tren kecantikan Korea dan keinginan banyak orang dengan memiliki wajah yang lebih kecil / tirus saat selfie. Selain perawatan untuk pembentukan kontur wajah, treatment lain yg dicari adalah yang bertujuan untuk memperhalus tekstur kulit, yaitu akibat bekas jerawat, pori-pori yang tampak besar atau bercak gelap karena penuaan.

“Cara ini dilakukan dengan perawatan yang menggunakan mesin canggih misalnya laser fractional CO2, laser erbium, laser pico atau nanofractional radiofrequency. Saat ini semakin banyak orang-orang yang mencari treatment yg sifatnya non bedah, sedikit rasa nyeri dengan masa “down time” yang singkat,” tutur dr.Ruri.

Dr.Ruri juga berpendapat bahwa tren kecantikan pada 2019 tidak akan jauh berbeda dengan 2018. Sebagian besar perawatan kecantikan akan bertujuan untuk pembentukan kontur wajah (hidung/ bibir/ rahang) dan treatment untuk memperhalus tekstur kulit. Kemungkinan perawatan untuk tujuan mengurangi keluhan-keluhan sekitar mata secara non bedah juga akan banyak dicari, seperti untuk mengurangi kantung mata, mengencangan kulit sekitar mata.

Di sisi lain, dr. Ruri juga mengatakan bahwa saat ini semakin banyak laki-laki yang juga menginginkan penampilan yang lebih muda sehingga treatment rejuvenation untuk laki-laki akan semakin banyak di cari juga. Biasanya untuk laki-laki permasalahan sekitar kerontokan rambut/ kebotakan yang banyak di cari.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini