Giatkan Berbagai Upaya untuk Atasi Kekerasan Perempuan dan Anak, Seberapa Efektifkah Usaha KPPPA?

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 11 196 1976347 giatkan-berbagai-upaya-untuk-atasi-kekerasan-perempuan-dan-anak-seberapa-efektifkah-usaha-kpppa-GmX15Gu47E.jpg Kegiatan KPPPA di Medan (Foto: Pradita Ananda/Okezone)

SEBAGIAN besar masyarakat menyadari bahwa masa depan dari suatu bangsa ada di tangan anak-anak. Maka dari itu, anak-anak sepatutnya mengalami proses tumbuh kembang yang baik tanpa cela di lingkungan ramah anak, termasuk salah satunya terhindar dari kekerasan.

Tapi realita yang ada di Indonesia berkata lain. Masalah kekerasan pada perempuan dan anak-anak masih menjadi salah satu masalah sosial paling krusial di negeri ini. Dari pihak pemerintah pusat sendiri, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tidak diam saja untuk mencoba mengatasi masalah ini.

KPPPA sendiri, selama ini diketahui sudah cukup keras untuk setidaknya mengurangi permasalahan kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak-anak di berbagai penjuru Indonesia. Sebut saja dengan berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah (pemda), untuk membentuk Pusat Pemberdayaan Keluarga (Puspaga) pada 2016 yang mana pihak Kementerian berperan mendampingi setiap Pemda guna membangun Puspaga di berbagai lokasi yang sejauh ini hadir di 50 daerah di Indonesia.

(Baca Juga: Mengulik Keunikan Naniura, Makanan Raja yang Kini Jadi Kuliner Andalan Danau Toba)

Tidak sekadar melakukan pendampingan, termasuk kepada pasangan muda yang ingin menikah, tetapi juga memberikan pendampingan serta trauma healing (penyembuhan trauma) apabila terdapat masalah di dalam keluarga.

 

Lalu upaya selanjutnya, dengan meluncurkan program bernama Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam rangka upaya menekan angka kekerasan, salah satunya tindak bullying di sekolah. Hingga tak ketinggalan, juga berupaya untuk meningkatkan kepedulian dan peran dari masyarakat umum dengan gelaran Temu Nasional Pertisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak di daerah-daerah.

Akan tetapi, sebenarnya jika ditelisik lebih dalam, apakah segala upaya yang sedang digiatkan oleh KPPPA ini sejatinya memberikan dampak yang signifikan dalam hal penuntasan masalah kekerasan pada perempuan dan anak-anak Indonesia?

“Sekarang kita lihat datanya, dengan prevalensi tindakan kekerasan pada perempuan dan anak. Melapor ke unit-unit layanan. Data yang masuk 100 sampai 200 ribu, sedangkan data prevalensi mendekati angka 1 juta kasus. Makin tahun makin banyak masyarakat yang melapor. Di satu sisi, fenomena ini kemungkinannya tindakan kekerasannya meningkat, tapi di sisi lain orang makin sadar akan isu kekerasan, saya enggak boleh nih mengalami tindak kekerasan,” ungkap Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu kala dijumpai Okezone, Minggu (11/11/2018) di sela-sela Funwalk kampanye 3Ends, Medan, Sumatera Utara.

Pribudiarta menambahkan, selain sensitivitas dan kesadaran akan tindak kekerasan untuk diri sendiri, meningkatnya angka laporan dari masyarakat umum ini sekaligus menandakan bahwa masyarakat itu peduli terhadap tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan di sekitarnya.

“Makin banyak yang melapor, orang makin sadar isu ini. Saya enggak boleh nih mengalami tindak kekerasan dan saya juga enggak boleh diam jika terjadi kekerasan perempuan dan anak di lingkungan saya. Kekerasan pada perempuan dan anak banyak terjadi, di satu sisi publik makin aware kalau soal adanya tindakan ini harus dilaporkan,” tutupnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini