nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Takut Laporkan Pelaku Tindak Kekerasan, Lakukan 3 Hal Ini

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 12 November 2018 04:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 11 196 1976398 jangan-takut-laporkan-pelaku-tindak-kekerasan-lakukan-3-hal-ini-7308UABlcl.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEBAGAI manusia, sudah sepatutnya kita saling membantu sesama. Dalam artian kata, bukan hanya terpatok di soal finansial, tetapi juga membantu sesama yang mungkin sedang dalam suatu kondisi tertekan. Contohnya karena mengalami kekerasan.

Tindak kekerasan sendiri, walau di Indonesia memang lebih ‘akrab’ menimpa kaum perempuan dan anak-anak, tetapi elemen lain dalam masyarakat, baik itu laki-laki, orang berkebutuhan khusus, atau bahkan orang lanjut usia juga tak menutup kemungkinan menjadi korban kekerasan.

Maka dari itu, kita sebagai bagian dari komponen masyarakat, sejatinya tidak perlu ragu dan merasa takut untuk melaporkan tindak kekerasan kepada pihak yang berwenang. Baik itu ketika terjadi pada diri sendiri ataupun lingkungan sekitar, seperti tetangga, sanak-keluarga atau bisa juga teman-teman terdekat.

(Baca Juga: Mengulik Keunikan Naniura, Makanan Raja yang Kini Jadi Kuliner Andalan Danau Toba)

 

Namun memang tidak dipungkiri, sebagian orang masih merasa takut dan ragu untuk melaporkan tindak kekerasan. Hingga akhirnya, membiarkan terjadinya kekerasan. Lalu, adakah kiat-kiat yang bisa dilakukan agar rasa takut melapor ini bisa diminimalisir?

“Tipsnya, pertama sebagai pelapor kita itu harus tahu dulu dengan jelas harus melapor ke mana sih, paham harus menghubungi nomor telefon berapa dan lapor ke siapa,” ungkap Pribudiarta Nur Sitepu selaku Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kepada Okezone di Medan, Sumatera Utara, Minggu, 11 November 2018.

Langkah kedua yang dijelaskan Pribudiarta, ialah aktif memantau kasus yang dilapor. Begitu melapor, pada dasarnya setiap kasus disebutkan harus masuk dalam indikator kinerja Pemerintah Daerah. Di sisi lain, dari pemerintah pusat sendiri Kemen-PPPA telah mempunyai unit pengaduan.

(Baca Juga: Sensasi Berenang di Ketinggian 198 Meter Sambil Menikmati Indahnya Kota)

“Memantau kasus pelaporan, kalau pelapor mau kirim juga ke unit pelaporan di Jakarta ya bisa. Nanti di Jakarta kami kirim ke provinsi, kirim ke kabupaten juga bisa, atau langsung ke kabupaten bisa kita lanjuti juga,” tambahnya.

Tips terakhir, meminimalisasi rasa takut ini bisa disiasati dengan sosialisasi ke masyarakat. Di mana pemerintah mensosialisasikan masyarakat secara mendasar apa yang disebut dengan definisi kekerasan. Sehingga tiap komponen masyarakat bisa sadar, apakah tindakan yang dialami itu atau yang dilihat di lingkungan sekitarnya adalah benar tindakan kekerasan.

“Peningkatan pengetahuan, sosialisasi ke masyarakat yang namanya kekerasan itu definisinya apa. Semua paham dulu kalau semua elemen masyarakat enggak boleh mengalami tindak kekerasan. Sudah paham definisi, ya pelapor kalau well prepared, enggak perlu takut kalau kenapa-kenapa karena tahu harus meminta perlindungan sama siapa,” tandas Pribudiarta.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini