nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengulik Keunikan Naniura, Makanan Raja yang Kini Jadi Kuliner Andalan Danau Toba

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 15:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 11 298 1976262 mengulik-keunikan-naniura-makanan-raja-yang-kini-jadi-kuliner-andalan-danau-toba-XtPfGGrzpT.jpg Naniura, kuliner khas Batak (Foto: Instagram)

INDUSTRI pariwisata Indonesia semakin menunjukkan geliatnya. Hal ini ditandai dari munculnya berbagai destinasi dan aktivitas wisata baru yang tengah digandrungi wisatawan.

Selain menikmati keindahan alam dan mengeksplorasi kekayaan budaya suatu daerah, para wisatawan sudah mulai tertarik untuk mengulik kuliner-kuliner tradisional di tempat yang mereka kunjungi.

Aktivitas inilah yang kemudian dikenal dengan istilah wisata kuliner dan masuk dalam konsep food tourism. Sebagai salah satu negara yang dianugerahi keanekaragaman budaya, Indonesia merupakan destinasi yang ideal bagi para pencinta kuliner.

(Baca Juga: 5 Meme Tentang Operasi Plastik yang Sempat Viral)

Lupakan Bali, Pulau Jawa, dan Makassar dulu, Danau Toba ternyata memiliki segudang kuliner tradisional yang menarik untuk dieksplorasi. Bahkan, sebagian besar kuliner yang mereka suguhkan memiliki nilai-nilai gastronomi yang tinggi.

 

(Foto: dapurcavell/Instagram)

Salah satunya adalah naniura yang merupakan olahan ikan yang dimakan secara mentah, tapi tidak berbau amis. Menarik bukan? Ya, jika Peru punya cevhiche yakni olahan ikan kakap mentah atau scallop yang direndam dengan air perasan lemon hingga matang, Danau Toba punya Naniura yang dimatangkan dengan cara merendamnya dengan air asam jungga atau jeruk purut.

Penggunaan asam inilah yang nantinya akan mematangkan daging ikan secara merata. Namun, proses pengolahannya sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 4-5 jam, hingga daging benar-benar matang sempurna.

(Baca Juga: Demi Jadi Manusia Barbie, 3 Orang Ini Rela Rogoh Miliaran Rupiah untuk Operasi Plastik)

 

(Foto: fredy_bad_boy_marcopolo/Instagram)

Menurut Ina Djamnur, Tim Percepatan Kuliner dan Belanja Kemenpar, pada awalnya, naniura merupakan hidangan spesial yang hanya disajikan untuk raja-raja Batak. Namun kini sudah dapat dinikmati untuk umum, beberapa restoran bahkan telah memasukkan naniura ke dalam daftar menu mereka.

“Buat orang batak sendiri, naniura ini sangat istimewa, tidak semua orang Batak bisa makan. Dalam artian, karena proses pengolahannya yang sangat susah 4-6 jam. Tidak direbus, tidak digoreng, atau dibakar sama sekali. Ikannya juga harus yang khas dan berkualitas, bisa ikan mas atau nila,” tutur Ina saat ditemui Okezone dalam acara Talk Show Pesona Danau Toba, di Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu 10 November 2018.

Lebih lanjut Ina mengatakan, naniura ini bisa dibilang seperti sashiminya orang-orang Batak. Paling enak disantap bersama nasi putih hangat dan bumbu andaliman. Berkat bumbu dan teknik pengolahannya yang unik, makanan ini juga bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, berkat nilai sejarah dan storytelling-nya, naniura menjadi salah satu produk gastronomi yang berpotensi untuk dipromosikan di kancah internasional.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan bahwa tidak semua tempat di Tanah Air yang punya jenis makanan khas seperti Danau Toba ini. Di samping itu, kuliner merupakan salah satu elemen terpenting pariwisata yang berbasis budaya dan tidak bisa dipisahkan dari akar budayanya.

“Orang Batak menciptakan naniura melalui perjalanan yang panjang yang cocok dengan karakter budaya setempat. Maka dari itu ada istilah asam di gunung, garam di laut, berjumpa dalam belanga,” tutur Arief Yahya.

Nah, bagi Okezoners yang tertarik mencicipi sashimi atau sushi khas Tanah batak ini, jangan ragu untuk menyambangi langsung kawasan wisata Danau Toba di Sumatera Utara. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain menikmati sepiring naniura sambil menikmati keindahan Danau Toba.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini