nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaet Wisatawan Milenial ke Danau Toba, Kemenpar Luncurkan Parapat Night Market yang Instagramable

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 20:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 11 406 1976328 gaet-wisatawan-milenial-ke-danau-toba-kemenpar-luncurkan-parapat-night-market-yang-instagramable-riHIjnT1jV.jpg Kegiatan promosi Danau Toba di Bandung (Foto: Dimas Andhika/Okezone)

PERTUMBUHAN industri pariwisat dalam negeri tidak terlepas dari kontribusi maupun peran generasi milenial. Generasi yang lahir pada periode tahun 1980-an ini digadang-gadang menjadi ujung tombak dalam menentukan tren wisata di era digital.

Percaya atau tidak, tren wisata yang berkembang saat ini merupakan produk baru yang telah disesuaikan dengan kemajuan teknologi dan platform media sosial seperti Instagram. Tak heran jika kini perilaku wisatawan mulai mengalami pergeseran. Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Ketua Harian Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Jawa Barat, Ricky Arnold Yuniarto.

Menurutnya, perilaku wisata generasi atau wisatawan milenial saat ini bisa dilihat dari pemilihan destinasi wisata yang mereka kunjungi. Jika beberapa dekade lalu, orang-orang cenderung memilih destinasi wisata yang ramai dikunjungi, tren tersebut ternyata sudah relevan di era digital seperti sekarang.

 (Baca Juga: Mengulik Keunikan Naniura, Makanan Raja yang Kini Jadi Kuliner Andalan Danau Toba)

"Tempat yang ingin dikunjungi rata-rata yang bisa dimasukkan ke instagram, atau istilah kekiniannya instagramable. Jadi lokasi wisatanya harus benar-benar cantik, ada spot selfie, dan kalau bisa tidak mainstream," tutur Ricky dalam acara Talk Show Danau Toba di Trans Studio Mall, Jawa Barat, Bandung, Minggu (11/11/2018).

 

Meskipun prinsip dasar mereka lebih menitikberatkan pada eksistensi semata, wisatawan milenial sebetulnya sudah mulai tertarik untuk mengeksplorasi kebudayaan tradisional yang sebelumnya sempat terlupakan.

"Wisatawan milenial itu sekarang gemar memakai pakaian tradisional, mempelajari bagaimana proses penenunannya. Nilai positifnya, kain atau pakaian tradisional ini juga ikut menghiasi feeds Instagram mereka. Misalnya saat berlibur ke Sumba, mereka pasti berfoto dengan latar belakang Bukit Warinding sambil mengenakan kain tenun khas lokal," papar Ricky.

 (Baca Juga: Sensasi Berenang di Ketinggian 198 Meter Sambil Menikmati Indahnya Kota)

Untuk destinasi-destinasi wisata baru, peran dan kontribusi generasi milenial juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada 3 November lalu, GenPi Sumatera Utara resmi meluncurkan Parapat Night Market guna menggaet wisatawan milenial sekitar Danau Toba dan seluruh Indonesia.

Sejumlah spot foto yang instagrambable telah disiapkan demi menyukseskan Parapat Night Market. Selain itu, destinasi digital terbaru ini juga menyuguhkan sejumlah pertunjukkan seni, stand-stand kuliner lokal, dan hiburan menarik lainnya.

Karena itu, diharapkan para wisatawan yang berlibur di Danau Toba memiliki tujuan sehingga tidak lagi kebingungan mencari tempat hiburan di malam hari. Dalam kesempatan yang berbeda, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Kementerian Pariwisata telah menargetkan bahwa di penghujung tahun 2018, jumlah destinasi digital di Indonesia harus mencapai 100 destinasi yang disebar di 34 provinsi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini