nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Risiko Buruk dari Sedot Lemak, Yakin Masih Mau?

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 11:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 11 611 1976190 sederet-risiko-buruk-dari-sedot-lemak-yakin-masih-mau-xhhTugByuX.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEDOT lemak telah menjadi pilihan banyak orang untuk mendapatkan tubuh yang lebih langsing. Namun, sebelum Anda melakukan, sebaiknya pikir-pikir dulu efek sampingnya.

Sedot lemak atau pemindahan lemak berfokus pada area tertentu, seperti dagu, leher, dan jaringan payudara pria. Umumnya, metode ini memilih teknik laser dengan cara memasukkan serat tipis, yang dipanaskan di bawah kulit yang berfungsi untuk mencairkan sel-sel lemak.

Sayangnya, banyak badan kesehatan seperti FDA yang memperingatkan bahwa sedot lemak tidak dianjurkan untuk mengendalikan berat badan, karena berisiko. Maka, Anda harus tahu apa bahaya sedot lemak jika Anda sengaja melakukan. Dilansir Okezone dari Livestrong, Minggu (11/11/2018), berikut ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Intip Gaya Liburan Maria Ozawa Pakai Bikini, Bikin Mata Pria Ogah Kedip!

Memar, bengkak dan tidak nyaman

Setelah melakukan operasi sedot lemak biasanya risikonya memar dan bengkak. Risiko ini sangat mungkin terjadi sekira 1-3 minggu pasca-operasi. Pembengkakan itu terjadi karena panas laser yang menghentikan pendarahan pembuluh darah kecil selama operasi. Biasanya, obat nyeri ringan dapat diresepkan oleh ahli bedah untuk mengurangi ketidaknyamanan.

Perubahan bentuk tubuh

Hasil dari laser liposuction terlihat seminggu setelah operasi. Dengan sedot lemak tradisional, dua hingga empat minggu terjadi perubahan bentuk tubuh. Namun, penting bagi pasien untuk memahami bahwa kontur kulit mungkin tampak tidak teratur. Maka Anda harus menyesuaikan kondisinya supaya lebih nyaman.

Sensasi kulit jadi lebih ketat

Kulit mengencang saat kolagen dan lapisan jaringan terbentuk di dalam tubuh. Pertumbuhan kolagen dan jaringan membutuhkan waktu beberapa minggu sampai satu bulan lamanya. Pada awalnya memang tidak nyaman, namun lama-lama Anda terbiasa.

Baca Juga: Sederet Kasus Operasi Plastik yang Gagal, Termasuk Ratna Sarumpaet?

Luka bakar

Metode yang lebih baru dari laser liposuction jarang menyebabkan luka bakar pada kulit, meskipun risikonya masih ada. Banyak ahli bedah terlebih dulu mengukur suhu kulit, serta risiko kulit dan jaringan terbakar. Jika luka bakar terjadi, pasien akan lebih berisiko komplikasi lebih lanjut, terlebih infeksi dan mengalami terjadi jaringan parut di tempat luka bakar.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini