nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Sejarah Hari Ayah yang Diperingati Setiap 12 November

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Senin 12 November 2018 17:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 12 196 1976773 ini-sejarah-hari-ayah-yang-diperingati-setiap-12-november-EjawMZkMAQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JIKA Hari Ibu diperingati pada tanggal 22 Desember, sosok ayah juga memiliki hari peringatan tersendiri yang jatuh pada hari ini, Senin (12/11/2018). Akan tetapi, Hari Ayah tidak diperingati di tanggal yang sama pada tiap-tiap negara. Di Amerika Serikat misalnya, Hari Ayah justru diperingati pada tanggal 19 Maret.

Untuk di Indonesia sendiri, Hari Ayah juga memiliki sejarah. Pada tahun 2014, PPIP atau Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi mengadakan peringatan hari ibu di Solo dengan mengadakan sayembara menulis surat untuk ibu. Pada acara ini, 70 surat terbaik lalu dibukukan dan dibacakan oleh peserta yang terdiri dari anak-anak SD, SMP, SMA, serta Mahasiswa.

Setelah acara tersebut usai, para peserta lalu mengajukan sebuah pertanyaan yang tidak terduga. Pertanyaan tersebut sebenarnya sederhana, namun cukup membuat para panitia tersebut. Para peserta itu menanyakan “Kapan diadakan sayembara menulis surat untuk ayah? Kapan peringatan Hari Ayah?”

 

Dari pertanyaan tersebut, akhirnya para panitia pun mencari tahu kapan Hari Ayah diperingati oleh Indonesia. Posisi ayah dianggap sama dan sejajar dengan ibu juga memiliki cara sendiri dalam menjalankan perannya sebagai kepala rumah tangga, pemberi nafkah, pelindung keluarga dan masih banyak peran penting lainnya yang dipegang oleh sosok ayah.

 (Baca Juga:Hari Ayah, Ringgo Agus Dapat Pesan dari sang Ayah Lewat Billboard Iklan)

PPIP lalu berusaha mencari informasi mengenai Hari Ayah hingga akhirnya melakukan audiensi ke DPRD kota Surakarta untuk menanyakan perihal kapan diperingatinya Hari Ayah di Indonesia. Setelah melewati proses panjang, akhirnya PPIP menggelar deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia di Surakarta dan menetapkan tanggal 12 November sebagai peringatan Hari Ayah nasional.

 

Usai deklarasi tersebut, PPIP lalu mengirimkan buku dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada presiden kala itu yaitu Susilo Bambang Yudhoyono serta 4 penjuru Indonesia yaitu Sabang, Marauke, Sangir Talaud dan Pulau Rote.

Lain halnya dengan sejarah Hari Ayah versi internasional. Dilansir dari readersdigest, Senin (12/11/2018) pada awalnya, Hari Ayah internasional mulai diperingati ketika sebuah gereja di Virginia Barat mengadakan doa untuk memperingati 362 pria yang terbunuh dalam ledakan penambangan batu bara yang terjadi setahun sebelumnya.

 (Baca Juga:Ramai Politik Genderuwo, Ini Muasal Jin yang Disebut Ahli Memikat Perempuan)

Pada tahun berikutnya, seorang wanita bernama Sonora Smart Dodd memulai pencariannya untuk menetapkan Hari Ayah sebagai hari libur nasional. Dodd adalah salah satu dari enam anak yang dibesarkan oleh ayah tunggal dan ayah itu berpikir bahwa ia harus dihormati dengan cara yang sama seperti ibu. Setelah setahun mengajukan petisi ke masyarakat dan pemerintah setempat, Dodd di negara bagian asal Washington merayakan Hari Ayah secara resmi untuk pertama kalinya pada 19 Juni 1910. Selama bertahun-tahun, perayaan Hari Ayah menyebar di negara-negara bagian Amerika.

Setelah perjuangan yang cukup lama, akhirnya Hari Ayah dinyatakan sebagai hari libur nasional oleh presiden Nixon pada tahun 1972. Butuh waktu selama 60 tahun lamanya sejak munculnya gagasan diadakan Hari Ayah untuk diakui oleh negara tersebut. Pro kontra pun mulai terjadi selama itu, dan salah satu gagasan lain yang dianjurkan adalah menyatukan Hari Ayah dan hari ibu sebagai hari orang tua pada tahun 1920 hingga 1930-an.

Namun, sebagian masyarakat lainnya justru memandang hal ini sebagai gimmick komersial yang bertujuan untuk memasarkan produk Hallmark, produsen kartu ucapan terbesar di Amerika Serikat kala itu. Bahkan, ada pula yang menganggap hal ini sebagai bentuk usaha untuk menundukkan kejantanan para pria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini