nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Pengusiran 3 Anak Pengidap HIV di Samosir, Ini Kata Yohana Yembise

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 01:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 12 196 1976891 kasus-pengusiran-3-anak-pengidap-hiv-di-samosir-ini-kata-yohana-yembise-LAZolTw36J.jpg Menteri PPPA Yohana Yembise (Foto: Heru/Okezone)

BELUM lama ini, tersiar kabar bahwa ada tiga orang anak usia sekolah di daerah Samosir yang mengalami tindakan pengusiran oleh masyarakat setempat karena mengidap HIV.

Semakin memburuk, tidak hanya tindakan pengusiran, akhirnya ketiga anak pengidap HIV ini pun harus terampas hak sekolahnya. Padahal, ketiganya diketahui masih ada di usia wajib sekolah, tepatnya jadi salah satu siswa di PAUD Welipa dan Sekolah Dasar Negeri SDN-2 Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Lalu apa pendapat Yohana Yambise, selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melihat kasus bahwa ada anak Indonesia yang hak bersekolahnya menjadi hilang karena hidup sebagai pengidap HIV?

 (Baca Juga:Hari Ayah, Intip 7 Potret Kedekatan Seleb 'Papa Muda' dengan Anaknya)

"Anak-anak itu punya hak untuk bersekolah, jadi tidak ada komentar apapun. Anak-anak itu harus tetap bersekolah, saya sudah koordinasi sama kepala dinas dan gubernur untuk melihat ke depan kira-kira masalah ini harus diselesaikan seperti apa. Tapi saya tetap tegas, anak dalam keadaan dan situasi apapun harus tetap bersekolah," tegas Yohana, saat ditemui Okezone, Senin, 12 November 2018 usai acara Temu Nasional Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) di Medan, Sumatera Utara.

 (Baca Juga:Jangan Takut Laporkan Pelaku Tindak Kekerasan, Lakukan 3 Hal Ini)

Yohana menambahkan, sebagai pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dirinya sudah berupaya untuk mengatasi masalah perampasan hak sekolah anak ini dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Salah satunya Kementerian Kesehatan, sebab dikatakan pihak rumah sakit yang menampung ketiga anak tersebut belumlah layak untuk dijadikan sebagai shelter atau tempat untuk menampung ketiga anak pengidap HIV tersebut.

"Kami sudah turun, sedang dikoordinasikan antara Kementerian kami dengan yang lain. Jelas itu saya akan koordinasikan terus dengan Kementerian Kesehatan, kalau sudah menyangkut kesehatan itu urusan Menteri Kesehatan. Kami sendiri sedang membuat rumah sakit ramah anak di seluruh Indonesia, sudah ribuan. Indikator-indikatornya siapapun anak itu (warga negara Indonesia) mempunyai hak yang sama untuk menikmati semua akses pendidikan dan kesehatan," tutup Yohana.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini