Hari Kesehatan Nasional ke-54, Pergeseran Tren Penyakit Terlihat Jelas

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 12 November 2018 21:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 12 481 1976885 hari-kesehatan-nasional-ke-54-pergeseran-tren-penyakit-terlihat-jelas-VPquXSJ7tO.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PERGESERAN tren penyakit masyarakat saat ini mulai terlihat. Indonesia masih terancam dengan banyak jenis penyakit menular ataupun tidak menular.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan, lndonesia sekarang sedang menghadapi transisi epidemiologi. Masyarakat harus waspada terhadap segala jenis penyakit.

"Kita menghadapi tiga beban penyakit. Pertama, bergesernya tiga beban penyakit itu adalah pertama, telah bergesernya penyakit menular ke arah penyakit tidak menular. Seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, kanker, dan sebagainya," ucapnya lewat keterangan yang diterima Okezone dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-54, Senin (12/11/2018).

 (Baca Juga:Pria yang Kelaminnya Remuk Dikunyah Bulldog Awalnya Olesi Selangkangan dengan Selai Kacang)

Lalu, tambah Menkes Nila, muncul ancaman penyakit infeksi baru seperti flu burung, ebola, dan TBC resisten obat. Berikutnya, masyarakat masih dihadapkan pada masalah penyakit menular yang belum selesai. Seperti demam berdarah, TBC, malaria, HIV/AIDS, filariasis, dan kecacingan.

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan, banyak indikator pembangunan kesehatan yang mengalami kenaikan. Tapi masih ada indikator yang perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan. Disebutkan bahwa, angka stunting pada balita telah turun dari 37,2% tahun 2013, menjadi 30,8% pada tahun 2018.

 (Baca Juga:Dokter Terawan: Kemenkes Sudah Beri Izin Metode DSA)

Menurut Menkes Nila, indikator penyakit tidak menular telah menunjukkan kenaikan dari sisi angka kejadian. Prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan darah telah meningkat dari 6,9 % pada tahun 2013, menjadi 8,5% pada tahun 2018. Hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah telah meningkat dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1 % pada tahun 2018.

 

Hasil Riskesdas 2018 juga menunjukkan bahwa perilaku makan buah dan sayur yang cukup, sebesar lima porsi per hari, sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hanya 5% masyarakat yang patuh. Dibarengi dengan itu, perilaku aktivitas fisik juga masih perlu ditingkatkan.

"Saya berharap bahwa dapat diimplementasikan lebih operasional dan konkrit di tengah-tengah masyarakat,” kata Menkes Nila.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini