nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengulik Keindahan Stone Town, Kota Kelahiran Freddie Mercury di Zanzibar-Tanzania

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 18:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 13 406 1977342 mengulik-keindahan-stone-town-kota-kelahiran-freddie-mercury-di-zanzibar-tanzania-q6e6rMRoXo.jpg Stone Town di Zanzibar (Foto: tanzania-horizon)

PENGGEMAR band asal Inggris, Queen atau Anda yang sudah menonton film Bohemian Rhapsody, mungkin familier dengan nama Zanzibar. Meski tak diceritakan tentang tempat tersebut, namun Zanzibar disebut sebagai tanah kelahiran sang vokalis legendaris Queen, Freddie Mercury.

Freddie yang lahir dengan nama Farrokh Bulsara lahir di Zanzibar, Afrika, tepatnya di kota bernama Stone Town. Kota yang dalam bahasa setempat disebut Mji Mkongwe ini sarat dengan nilai sejarah. Termasuk rumah tempat Freddie Mercury lahir dan menikmati masa kecilnya yang kini dikenal sebagai Freddie Mercury House.

Rumah tersebut memiliki pintu kecil berwarna coklat tua dan foto-foto Freddie yang dipajang di samping pintu. Meski bangunan ini tak dibuka untuk umum, namun para turis bisa melihat kisah dan sejarah Freddie melalui informasi yang ada di dinding luar rumah.

 (Baca Juga:Hebohkan Medsos, Pria Jepang Menikahi Penyanyi Hologram Hatsune Miku)

"Freddie Mercury lahir di Zanzibar, pengunjung bisa melihat tempat bersejarah di mana dia tinggal dulu. Ada Mercury House dan juga Mercury's Restaurant yang didedikasikan untuknya" ujar Menteri Informasi, Pariwisata, dan Warisan Dunia Zanzibar, Hon. Mahmoud Thabit Kombo dalam acara Zanzibar Tourism Road Show di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Selain rumah Freddie Mercury, turis juga bisa mengeksplorasi lebih jauh kota Stone Town yang telah dijadikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2000. Ada pula Palace Museum yang dahulu merupakan istana Sultan.

 

"Ada monumen dan situs-situs bersejarah yang bisa dikunjungi, museum, dan festival budaya. Ada pula benteng yang dibangun pada tahun 1700-1350," kata Amina Issa, salah satu pembicara dari Zanzibar.

 (Baca Juga:Aksi Heroik, Pramugari Berikan ASI ke Bayi Penumpang di Dalam Pesawat)

Selain itu, Stone Town juga menjadi saksi bisu sebagai tempat penyiksaan dan perdagangan budak sekira tahun 1800-an. Dahulu, ribuan budak dikumpulkan dalam tempat yang kecil itu sebelum dikirim ke luar negeri. Tur menelusuri perdagangan budak tersebut akan berakhir di sebuah gua yang berada di balik pantai indah di Mangapwani.

 

Tak hanya nilai sejarahnya yang menarik perhatian, Stone Town juga menawarkan suasana yang tak asing untuk wisatawan dari Indonesia. Pasalnya, 98 persen warganya beragama Islam, sehingga budaya mereka tak berbeda jauh dengan Indonesia. Kebudayaan Stone Town juga dipengaruhi oleh Arab, India, dan Afrika.

"Saat Ramadan, Anda bisa mendengar satu masjid ke masjid lain membaca Al-Quran, setiap masjid membaca satu juz setiap malam," jelas Hon. Mahmoud.

Setelah puas menikmati keindahan kota yang penuh sejarah, Anda juga bisa berbelanja di pasar yang menjual rempah-rempah. Seperti diketahui, Zanzibar memang dikenal akan hasil rempah-rempahnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini