nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Memulai Olahraga untuk Pengidap Anemia

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 05:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 13 481 1977354 tips-memulai-olahraga-untuk-pengidap-anemia-irbJFCYa3k.jpg Ilustrasi (Foto: Naturalsociety)

ANEMIA membuat tubuh menjadi lemas seolah kurang bersemangat. Tingkat oksigen dalam tubuh yang kurang, membuat olahraga yang dijalani pun mesti dipilih, sebab bagi sebagian orang anemia ada kepercayaan tidak boleh melakukan olahraga.

Salah satu penyebab anemia yang banyak dialami masyarakat termasuk para atlet, yaitu defisiensi zat besi. Makanan menjadi salah satu faktor yang membuat defisiensi zat besi ini terjadi.

Bagi atlet, anemia dapat mengacaukan latihannya, terutama pada atlet lari jarak jauh. Risikonya menurut dr Jerry Spivak, hematolog, profesor kedokteran, dan onkologi di Universitas Johns Hopkins, atlet dapat mengalami foot strike hymolisis, dilansir Okezone dari laman Health 24, Rabu (14/11/2018).

Tidak cukup sampai di situ saja, manusia dapat mengalami anemia dari kekurangan zat besi bisa dari keringat dan pendarahan kecil pada saluran pencernaan. Sementara, perempuan menjadi makhluk yang paling rentan mengidap anemia karena tiap bulan mengalami datang bulan.

Baca Juga: Anak Suka Minuman Kemasan, Bisakah Picu Gagal Ginjal?

Olahraga atau latihan fisik yang cocok bagi seseorang yang mengidap anemia, pertama yaitu aerobik, senam ini diyakini dapat menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Tidak hanya aerobik, pengidap anemia pun dapat memilih olahraga yang tidak terlalu menghabiskan energi yang dimiliki, namun ada beberapa tips yang perlu diketahui sebelum memilih dan melakukan olahraga, sebagai berikut.

1. Kenali tubuh

Mengenali tubuh sebenarnya adalah memantau detak jantung selama posisi istirahat dan latihan. Detak jantung yang cepat dan terus meningkat menandakan kamu harus beristirahat. Pahami tingkat kebugaran diri sendiri, tingkat kelelahan, dan waktu yang tepat untuk beristirahat. Jika mengalami nyeri dada, kesulitan bernafas, atau detak jantung tidak normal, maka harus dikonsultasikan ke dokter segera sebelum melanjutkan latihan.

Baca Juga: Perempuan Ini Tuntut Mantan Pacar Rp153 Juta karena 'Burungnya' Terlalu Jumbo

2. Mulai perlahan

Tidak perlu terburu-buru untuk melakukan lari jarak jauh atau latihan fisik dengan intensitas tinggi. Mulailah dengan perlahan dengan jalan kaki, bisa juga dengan yoga, dan lakukan sesuai dengan kemampuan.

yoga

3. Konsultasikan pada dokter terlebih dahulu

Diskusikan pada dokter tentang rencana olahraga dan latihan fisik yang akan dijalani. Patuhi nasihat dokter untuk menghindari dampak dari olahraga berlebih pada tubuh.

4. Jadwalkan olahraga

Memilih waktu berolahraga pun penting. Ada orang yang sengaja melakukan olahraga pada siang hari dengan tujuan tertentu, tapi nyatanya tidak semua orang dapat melakukannya karena kondisi fisik yang berbeda. Pilih waktu yang tidak membuat kamu cepat lelah.

kalendar

5. Pemulihan

Tubuh orang dengan anemia berbeda dengan tubuh orang pada umumnya, termasuk ketika menerima dampak dari olahraga. Tubuh orang anemia akan mengalami asidosis laktat, kondisi asam laktat yang menumpuk pada aliran darah, menyebabkan kelelahan otot dan nyeri. Waktu untuk memulihkan pun berbeda dengan orang yang tidak mengidap anemia, maka pilih lah waktu istirahat yang tepat untuk menyingkirkan penumpukan asam laktat.

6. Asupan makanan

Tidak boleh sembarang dalam memilih makanan, kamu harus mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan vitamin B12, seperti bayam, telur, tiram, dan daging sapi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini