nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini yang Harus Dipertimbangkan Orangtua saat Membeli Mainan untuk Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 18:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 14 196 1977835 ini-yang-harus-dipertimbangkan-orangtua-saat-membeli-mainan-untuk-anak-KE4D20jekn.jpeg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SALAH satu hak utama dari anak-anak dalam masa tumbuh kembangnya adalah bermain. Di mana perkembangan anak dibagi menjadi empat tahap, yakni motoric, berpikir, emosi atau sosial dan sensorik.

Bermain untuk anak adalah keharusan, bukan merupakan sebuah kemewahan. Bermain bagi anak itu dikatakan berdampak pada otak dengan melalui korteks prefrontal (pusat kendali otak) menjadi lebih besar dan lebih cepat. Nah, tahap ini akan mempersiapkan otak muda untuk kehidupan, afeksi dan bahkan pekerjaan sekolah. Inilah alasan mengapa bermain merupakan hal penting untuk perkembangan otak yang sehat.

Mengingat waktu bermain adalah waktu yang esensial bagi anak, salah satunya melalui pemakaian produk mainan. Maka dari itu memilih produk mainan yang tepat untuk anak adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh orangtua.

 (Baca Juga:Lihat Gaya Glamor Anak Konglomerat Terkaya di Asia, Isha Ambani yang Memikat)

Akan tetapi tentunya tidak semua orangtua, paham betul seperti apa memilih mainan yang tepat untuk anak atau dengan kata lain apa saja pertimbangan ketika membeli mainan untuk anak.

“Pertimbangan pertama orangtua saat membeli mainan anak itu, pertama jangan perlakukan hal yang sama antara mainan dengan media belajar yang lain sebagai hal yang berbeda. Mainan itu ya media belajar,” jelas psikolog Saskhya Aulia saat ditemui Okezone, Rabu (14/11/2018) dalam acara “Early Learning Center Luncurkan Mainan Khusus Liburan”, di Kuningan, Jakarta Selatan.

 (Baca Juga:Drama Baru! Balas Postingan Jokowi di Twitter dengan Huruf Kapital, Kaesang Kena Semprot Warganet Lagi)

Dijelaskan lebih lanjut, ketika membeli mainan anak maka orangtua sejatinya harus benar-benar tahu apa yang ingin anak pelajari. Supaya mainan tersebut bisa jadi media belajar yang tepat untuk proses tumbuh kembang anak atau dengan kata lain bukan sekedar ‘barang’ mainan semata.

“Orangtua harus tahu, apa yang ingin anak pelajari. Misalnya, orangtua ingin anaknya pintar matematika, orangtua edukasi diri seperti apa sih mengajarkan matematika dengan mainan. Bisa mulai dengan kategorisasi barang atau mulai dengan kategori berat dan ringan, hitung jumlah yang lebih banyak dan mana yang lebih sedikit. Itu bisa terlihat dari visualnya,” pungkasnya.

(tam)

Berita Terkait

Mainan Anak

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini