nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Sekadar Ajang Keren-Kerenan, Ini Alasan Caption 'Hidden Gem' Ramai di Instagram

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 11:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 14 406 1977570 bukan-sekadar-ajang-keren-kerenan-ini-alasan-caption-hidden-gem-ramai-di-instagram-Sjw2erQOI6.jpg Jembatan yang instagramable (Foto: Instagram/ArieDgandani)

PERKEMBANGAN industri pariwsata Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini secara tidak langsung membuktikan bahwa traveling atau berwisata sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama para generasi milenial yang juga memainkan peran penting.

Jika dibandingkan dengan perilaku wisatawan beberapa tahun silam, saat ini aktivitas wisata cenderung didominasi oleh wisatawan milenial. Mereka bahkan berkontribusi mempromosikan serta mengembangkan potensi wisata yang terdapat di seluruh daerah di Tanah Air.

Baca juga: Tak Cuma Romantis, Ini Manfaat Berciuman di Atas Ranjang

Para petualang muda inilah yang kemudian menjadi pencetus tren-tren baru yang saat ini meramaikan bisnis wisata dalam negeri. Hal ini dijelaskan secara gamblang oleh Ketua Harian Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Jawa Barat, Ricky Arnold Yuniarto.

“Dulu orang-orang mencari objek wisata yang ramai dikunjungi. Sekarang justru sebaliknya. Wisatawan milenial mulai mencari tempat-tempat wisata yang anti-mainstream, dan belum diketahui banyak orang. Tentu saja tempatnya harus instagramable, atau layak dipamerkan di media sosial,” tutur Ricky kepada Okezone, dalam acara Talk Show Pesona Danau Toba, di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.

Pola wisata seperti inilah yang memicu timbulnya istilah “hidden gem”. Istilah tersebut sering dituliskan para wisatawan milenial ketika berhasil menemukan objek wisata baru yang belum terjamah oleh banyak orang.

Bukan sekadar ajang ‘keren-kerenan’, di balik istilah itu ternyata tersimpan maksud khusus yang tidak diketahui banyak orang. Anda mungkin akan merasa sedikit kesal ketika melihat teman yang mengunggah foto berlatarbelakang pemandangan yang indah, namun mereka tidak menjelaskan secara rinci lokasi atau cara untuk menyambanginya. Mereka justru hanya menuliskan caption “hidden gem” pada keterangan foto.

“Hidden gem, kami pun memang menyadari hal-hal seperti itu. Tapi kebiasaan ini sudah umum dilakukan. Bukan tidak mau berbagi, tetapi takutnya berbahaya bagi objek wisata itu sendiri dan wisatawan yang baru akan menyambanginya,” jelas Ricky.

“Karena tempatnya baru ditemukan, belum dapat dipastikan apakah tempat tersebut siap untuk diviralkan, apakah secara amenitas dan akomidasinya sudah siap. Takutnya kalau tiba-tiba dikunjungi oleh 200 wisatawan sekaligus, malah akan merusak tempat itu sendiri,” sambungnya.

Kejadian seperti ini sebetulnya sempat melanda salah satu objek wisata di Sukabumi yakni, jembatan gantung Situ Gunung. Gara-gara unggahan seorang wisatawan viral di media sosial, objek wisata ini mendadak ramai dikunjungi. Padahal dari segi keamanan, jembatan gantung tersebut masih belum siap untuk menampung banyak orang.

“Jembatan Situ Gunung itu hanya berupa jembatan gantung, namun pemandangan di belakangnya sangat indah. Waktu viral di media sosial, kondisi jembatan belum dilengkapi pembatas besi dan pengaman lainnya. Jadi kalau tidak hati-hati bisa berbahaya bagi keselamatan wisatawan,” ungkap Ricky.

“Foto yang dulu viral sempat kita take down karena pengunjung tidak berhenti berdatangan. Sekarang karena kondisinya sudah lebih baik dan aman, jembatan Situ Gunung berhasil menjadi primadona baru wisata Sukabumi,” tukasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini