nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Model yang Selamat dari Serangan Hiu & Bakteri Pemakan Daging

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 12:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 14 406 1977636 kisah-model-yang-selamat-dari-serangan-hiu-bakteri-pemakan-daging-5IjkpLlndx.jpg Kisah model yang diserang ikan hiu (Foto: Ilustrasi/Ist)

BERMAIN ke pantai tentu akan sangat menyenangkan. Indahnya pemandangan laut dan deburan ombak yang menghantam pasir, seakan mampu menjauhkan Anda dari pikiran-pikiran negatif. Ya, pantai merupakan salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan dari segala jenis umur.

Namun, apa jadinya jika liburan Anda ke pantai dinodai dengan serangan brutal dari hiu-hiu buas? Tentunya liburan Anda tak lagi indah dan bisa menjadi sebuah mimpi buruk. Di Indonesia kasus kejadian diserang hiu mungkin sangat jarang terjadi. Namun, secara global kasus ini sangat sering dijumpai.

Jika sebelumnya seorang atlet kickboxing harus kehilangan satu kakinya akibat dikoyak gigi runcing seekor hiu, kejadian serupa juga dialami oleh model wanita yang satu ini. Adalah Louisiana Kelly Kohen seorang wanita beruntung yang lolos dari dua kali kematian akibat serangan hiu.

 Drama Baru! Balas Postingan Jokowi di Twitter dengan Huruf Kapital, Kaesang Kena Semprot Warganet Lagi

Pada awalnya Kohen, yang berasal dari New Orleans, sedang memancing dengan seorang temannya di pantai. Namun, entah dari mana datangnya seekor bayi hiu blacktip, melesat keluar dan dengan agresif langsung memberikan gigitan besar pada kakinya.

 https://cdn.junglecreations.com/wp/junglecms/2018/11/928e677d-efwads-compressor.jpg

Gigitan itu berhasil memutuskan saraf utam pada kakinya. Tapi, masih ada peluang keselamatan bagi Kelly yang mungkin sudah mati akibat kehabisan banyak darah. Dia dilarikan ke rumah sakit setelah serangan itu terjadi, yakni pada Mei 2016.

Meski selamat, namun Kelly mengalami necrotising fasciitis sebagai akibat dari air laut kotor yang masuk ke dalam luka terbuka. Alhasil Kelly mengalami sakit luar biasa setelah keluar dari rumah sakit. Virus itu begitu ganas sehingga para dokter yakin bahwa mereka mungkin harus mengamputasi seluruh kaki Kelly.

"Saya pergi ke air tidak terlalu jauh dan merasa seekor binatang menyapu kaki saya. Rasanya lebih besar dari seharusnya, tapi saya tidak yakin apa itu. Hal berikutnya yang saya tahu, saya merasakan beberapa giginya menjepit kaki kiri saya. Saya menarik kaki saya ke belakang dan berlari ke pantai sambil berteriak,” tutur Kelly, sebagaimana dilansir VT, Rabu (14/11/2018).

“Seseorang mengatakan kepada teman saya bahwa mereka mendengar ada hiu blacktip di luar sana. Mereka benar-benar panik dan berusaha keras untuk tidak menangis, tetapi saat itu saya sedang dalam penderitaan akibat tergigit hiu. Ada darah di mana-mana,” lanjutnya.

Tetapi, virus pemakan daging yang kemudian menyebar ke luka di kaki Kelly bahkan bisa dibilang lebih buruk. Kakinya mulai membengkak dan lukanya tiba-tiba berubah menjadi nekrotik.

"Akhirnya, saya kembali ke rumah sakit, di mana mereka memberi tahu saya bahwa mereka akan mengamputasi kakinya. Saya mulai menangis, karena tidak pernah menginap semalam di rumah sakit sebelumnya. Awalnya, mereka percaya pembengkakan sudah turun akibat selulitis, sejenis infeksi kulit bakteri,” lanjutnya.

Akhirnya tim dokter memotong jaringan yang ada di pergelangan kaki, dimana mereka menemukan infeksi telah mulai menjalar ke kaki Kelly. Infeksi itu mulai menyebar ke kaki dan mereka memperingatkan saya bahwa jika saya tidak mulai mengonsumsi antibiotik sesegera mungkin, itu bisa berakhir dengan amputasi.

 Pesan Kue Bertema Kodok untuk Ulang Tahun Anaknya, Seorang Ayah Syok Setelah Lihat Hasilnya!

Untungnya, Kelly berhasil melewati masa kritisnya tersebut. Ahli bedah berhasil mengupas daging mati, dan kemudian memperbaiki kerusakan dengan cangkokan dari jaringan umbilikalnya. Kelly berjuang dengan PTSD setelah berhasil selamat dari kematian.

Kini ia sedang dalam pengobatan dan berolahraga keras sebagai bagian dari proses pemulihan fisiknya. Dia tahu bahwa gigitan hiu hanyalah nasib buruk, namun ia ingin lebih banyak orang menyadari tentang bahaya necrotising fasciitis.

“Jadi saat Anda berenang di air, ingatlah bahwa yang harus dikhawatirkan adalah tentang bakteri yang hidup di dalamnya, bukan ikan dengan gigi tajam,” tutupnya

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini