nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penting untuk Orangtua, Mainan Anak Konvensional Lebih Baik daripada Mainan Digital

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 15 196 1978334 penting-untuk-orangtua-mainan-anak-konvensional-lebih-baik-daripada-mainan-digital-n6qFSM03mD.jpg Ilustrasi memilih mainan anak (Foto: Slhunterspeecworks)

TIDAK bisa dipungkiri, memang belum seluruh orangtua bisa memahami bahwa bermain itu adalah hak dari anak-anak. Maka dari itu, sejatinya bermain untuk anak-anak itu bukanlah sebuah kemewahan melainkan sebuah keharusan.

Dijelaskan, menurut sebuah penelitian dari Blue Sky Science (kolaborasi dari Wisconsin State Journal dan Morgridge Institute for Research) di tahun 2016 menyatakan bahwa bermain sangat penting untuk perkembangan anak di segala hal.

Hal ini berdampak pada perkembangan kognitif, perkembangan sosial dan emosional, serta pengembangan bahasa. Selain memiliki peran penting untuk perkembangan anak-anak, peran orang tua diperlukan untuk memastikan bahwa alat pendukung disediakan dalam mensukseskan proses ini melalui bermain.

BACA JUGA:

 Berbusana Seksi dengan Latex Dress, Manohara: "Saya Suka dengan Lekuk Tubuh Saya"

Perkembangan anak sendiri dibagi menjadi empat tahap seperti motorik, berpikir, emosi atau sosial dan sensorik. Sementara masing-masing tahapan ini memainkan peran penting dalam setiap kategori usia.

 

Bicara soal alat pendukung bermain, atau dengan kata lain produk mainan untuk anak, sekarang yang namanya produk mainan anak itu bukan hanya mainan konvensional. Tetapi seiring dengan kemajuan zaman, sekarang di pasaran kita sebagai orangtua bisa dengan mudah mendapatkan mainan digital yang sepertinya dari hari ke hari semakin canggih.

Akan tetapi, jika ditelisik dari sisi tumbuh kembang anak. Sebetulnya apakah keunggulan yang masih dimiliki oleh mainan konvensional misalnya seperti buku, dadu, lego, dan masih banyak lagi contohnya, jika dibandingkan dengan produk mainan digital? Menjawab pertanyaan ini, berikut penuturan psikolog Saskhya Aulia Prima.

"Gini, misalnya contoh mainan konvensionalnya buku. Bayi kan membuka halaman - halaman buku itu kan lamam jadi mereka harus dilatih. Nah kalau dari awal belum apa -apa sudah dikasih gadget itu, dia akan susah. Standar kesusahannya jadi menurun. Sehingga dia kalau dikasih pegang pensil dan pulpen agak susah," ujar Saskhya saat dijumpai Okezone, belum lama ini di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:

 Viral, Bocah Kehilangan Sendal Sehabis Shalat Jumat, Reaksinya Bikin Netizen Ngakak!

Berbeda dengan mainan digital, yang mana disebutkan Saskhya lebih cenderung ke arah pengetahuan untuk anak. Mainan konvensional, pada dasarnya membantu melatih salah satu tahapan proses perkembangan anak.

"Kalau gadget itu lebih ke pengetahuan, kalau motorik itu tidak masuk. Semua tergantung umur, kalau anak 2- 3 bulan dia sudah mulai megang yang kencang. Dia pegang teeter dan mulai pegang bola. Kita kan bisa naikin kesulitannya jadi lebih tinggi," pungkas Saskhya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini