nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Foto di Depan Kereta Api yang Melaju, Travel Blogger Ini Tuai Banyak Kritikan

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 15:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 15 406 1978269 foto-di-depan-kereta-api-yang-melaju-travel-blogger-ini-tuai-banyak-kritikan-XsKZoUUBH8.jpg Patricia Alejoz Monzon (Foto: oneoceanaway_/Instagram)

MEDIA sosial, seperti Instagram memang di era digital ini bisa menjadi salah satu platform yang pas untuk berekspresi. Namun jika tak digunakan dengan cerdik, tak menutup kemungkinan kritikan pedas bisa datang dari segala penjuru.

Seperti yang tengah dialami oleh seorang travel blogger sekaligus influencer, Patricia. Wanita yang pernah tinggal di Australia, Spanyol, Swedia, dan Jerman ini tengah menjadi pemberitaan. Pasalnya, ia mengunggah foto potret dirinya berpose berdiri di tengah-tengah rel kereta api tepatnya di depan sebuah kereta api yang sedang berjalan.

Foto ini sendiri diketahui diambil di sebuah lokasi pasar terkenal di Thailand, Maeklong Railway Market di mana para pedagang kaki lima memadati trek sisi kiri dan kanan rel kereta api dan harus cepat membuat jalan setiap kali kereta datang. Walaupun demikian, disebutkan stasiun berbahaya di kawasan Samut Songkhram ini nyatanya memang dipadati oleh turis yang penasaran ingin mengambil gambar.

 (Baca Juga:Bertemu Bocah Asongan yang Mampu Berbicara Lebih dari 10 Bahasa)

Di luar foto Patricia yang indah dipandang mata dan sangat eye-catching ini, berpose di tengah jalur rel kereta api, ditambah lagi dengan posisi di mana kereta api sedang melintas. Banyak orang yang mengkritik pose wanita berambut pirang tersebut, dengan menyebutkan betapa pose yang ditunjukkan Patricia sangat berbahaya. Selain itu, sebagian orang juga mengklaim bahwasanya "foto sempurna" ala Patricia tersebut bisa memprovokasi orang lain untuk melakukan hal yang sama, seperti dilaporkan Dailymail, Kamis (15/11/2018).

 

Namun, tampaknya kritikan dari para netizen pengguna Instagram tidak mengganggu Patricia sama sekali. Melalui keterangan yang ia tulis, wanita tersebut menjelaskan bahwa sebetulnya kereta itu berjalan dengan kecepatan yang sangat lamban.

"Mereka bilang apa yang saya lakukan ini sangat berbahaya. Orang-orang memegang ponsel mereka sendiri, mengambil gambar bagaimana kereta api tersebut melaju dengan kecepatan 5 kilometer sembari berteriak kepadaku bahwa apa yang aku lakukan penuh resiko. Well, sejujurnya dengan kecepatan kereta api seperti itu, seekor kura-kura pun tetap dapat menyelamatkan hidupnya," tulis Patricia dalam bahasa Inggris sebagai keterangan fotonya tersebut.

 (Baca Juga:5 Alasan Berat Badan Naik Kembali Setelah Diet)

Di sisi lain, banyak orang yang mengingatkan bahwa orang lain yang meniru gaya Patricia nanti bisa berada dalam bahaya yang nyata jika mereka mencoba hal yang sama di banyak pasar kereta api yang serupa di sekitar Thailand, di mana kereta bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih cepat.

 

"Foto yang menakjubkan, tetapi kita tidak bisa tahu hanya dari foto seberapa cepat kereta ini melaju. Orang bisa saja dan akan dengan mudah mendapatkan ide yang salah. Jalur kereta api dibuat dengan maksud bukan untuk dilalui orang sembarangan, tidak peduli seberapa lambat kereta yang sedang berjalan," tulis salah seorang netizen.

"Anda tidak keberatan untuk melakukan apa pun untuk konten media sosial meski itu berbahaya," timpal netizen lainnya.

"Mungkin bukan cara yang terbaik untuk mempromosikan foto seperti ini. Ada banyak anak-anak yang bisa saja mencoba meniru foto seperti ini," bunyi komentar netizen lain.

 (Baca Juga:Heboh Manohara, 5 Artis Cantik Ini Juga Berbusana Latex Super Seksi)

"Saya juga ada di sana dan saya pikir itu tidak pantas dilakukan karena jika semua orang melakukannya - apakah itu jadi hal yang pantas untuk dilakukan? Saya tidak berpikir demikian. Jika Anda tidak diizinkan untuk berada di rel ketika kereta sedang melaju mendekati maka lakukan apa yang diperintahkan, Anda masih berada di negara lain," tambah salah seorang netizen.

Mendapat banyak kritikan, Patricia yang memiliki lebih dari 30.000 pengikut di akun Instagram nya mencoba mengeluarkan pembelaan diri dengan mengatakan bahwa pose yang ia lakukan bukanlah hal yang berbahaya dan ia juga bukan orang pertama yang melakukannya.

"Pertama, ini tidak berbahaya sama sekali, dan kedua saya bukan oramg yang pertama dan tidak akan menjadi orang terakhir yang mengambil foto di sini atau berbahaya lainnya. Adalah pada diri kita sendiri untuk sadar akan bahaya dan batas. Bahkan jika saya tidak mengambil foto ini, orang-orang akan melakukannya. Saya bukan orang yang mengambil risiko besar hanya untuk konten foto, saya menghargai keselamatan dan hidup saya. Itu tidak terlalu berisiko. Kereta sangat lambat sehingga Anda bisa berjalan dengan mudah," tulis Patricia.

Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah sikap yang dilakukan Patricia hanya demi konten foto Instagram ini adalah sikap yang tidak masalah untuk dilakukan atau sebaliknya?

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini