nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenlu Dorong Diplomat dan Diaspora Promosikan Pariwisata Indonesia di Kancah Internasional

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 16 November 2018 00:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 15 406 1978431 kemenlu-dorong-diplomat-dan-diaspora-promosikan-pariwisata-indonesia-di-kancah-internasional-mh6EP41Rtf.JPG Atuh Beach di Nusa Penida, Bali (Foto: Tiara Putri/Okezone)

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2019. Berbagai upaya telah dilakukan demi mencapai target tersebut, termasuk melakukan sinergi lintas kementerian.

Komitmen ini semakin diperkuat dengan diselenggarakannya ‘Forum Komunikasi Staf Ahli Untuk Wonderful Indonesia’ di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018). Salah satu narasumber dalam acara tersebut, Ronny Prasetyo Yuliantoro, selaku Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Luar Negeri, mengatakan bahwa Kemenlu selama ini sebetulnya memiliki sejumlah program kerja yang berpotensi menggaet wisatawan mancanegara.

Oleh karena itu, Ronny sangat mengapresiasi inisiasi yang dilakukan Kemenpar dalam mensinergikan sejumlah kementerian dan lembaga terkait untuk memajukan industri pariwisata dalam negeri.

 (Baca Juga:Penampakan "Markas Avangers" yang Bakal Diresmikan Jokowi di Merauke)

"Pariwisata itu kan sudah ditetapkan sebagai leading sector oleh Presiden Jokowi. Kami dari Kemenlu juga sudah memberi pembekelan kepada semua diplomat yang akan bertugas ke luar negeri. Seperti saat orientasi yang diberikan langsung oleh Pak Wapres Jusuf Kalla beberapa waktu lalu," kata Ronny.

 

"Beliau menekankan kepada para diplomat bahwa mereka harus memahami pentingnya diplomasi ekonomi. Khususnya pariwisata. Jadi semua diplomat diwajibkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di negara tempat mereka akan bertugas," sambungnya.

Lebih lanjut Ronny menjelaskan, Kemenlu sendiri mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan non tradisional ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Wisatawan non tradisional ini didefinisikan sebagai wisatawan yang berasal dari negara-negara asing yang mungkin belum menjadi pasar utama Indonesia.

 (Baca Juga:3 Senjata Pamungkas Kemenpar untuk Meningkatkan Industri Pariwisata di Tahun 2019)

"Istilah yang tepat mungkin bisa disebut negara-negara antah berantah. Mulai dari Argentina tercatat kenaikan wisatawan mencapai 65 %, Brazil 32%, Dominika persemakmuran 122%, lalu ada negara kecil di Karibia yang sampai 92%. Artinya pariwisata kita cukup potensial untuk terus dikembangkan," tegas Ronny.

 

Tidak hanya itu, untuk mendukung target 20 juta wisman yang telah diproyeksikan Kemenpar, Kemenlu juga memberdayakan masyarakat Indonesia yang sedang atau sudah menetap di luar negeri (Diaspora).

Jumlah diaspora Indonesia diprediksi sekitar 3 juta orang jika dilihat dari data elektronik aplikasi untuk perlindungan. Namun untuk perkiraan jumlah totalnya mencapai 6 juta orang.

"Siapa saja mereka? WNI yang tinggal di luar negeri, masyarakat yang bekas WNI yang tinggal di luar negeri, atau perkawinan silang antara orang asing dan Indonesia, kemudian mereka tinggal di luar negeri. Diaspora inilah yang kita minta untuk menjadi agen promosi di negara yang mereka tinggali," kata Ronny.

"Kontribusi ekonomi mereka pun sudah jelas. Diaspora Indonesia yang ada di Amerika Serikat, berhasil menyumbang 4,7 miliar dollar dalam bentuk investasi. Lalu Diaspora di Qatar yang memberdayakan pemanfaatan teknologi migas di Depok. Tinggal kita tunggu saja kontribusi mereka di sektor pariwisata," tukasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini