Hari Toilet Sedunia, Kabupaten Lampung Timur Miliki Akses Sanitasi Terendah di Lampung

Faiza Ukhti Annisa, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 01:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 15 481 1977996 hari-toilet-sedunia-kabupaten-lampung-timur-miliki-akses-sanitasi-terendah-di-lampung-fEaGjLhiJl.jpg Ilustrasi (Foto: Huffpost)

MENJELANG Hari Toilet Sedunia yang akan diperingati pada 19 November mendatang, diketahui sebanyak 16,57 persen keluarga di Lampung belum memiliki akses layanan sanitasi sehat. Dari 8,2 juta penduduk Lampung, setidaknya 1.358.740 orang yang belum memiliki akses tersebut.

Menurut data program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Akses sanitasi Provinsi Lampung sebesar 83,43 persen, dengan akses sanitasi terendah terdapat di Kabupaten Lampung Timur (82,03 persen), Pesawaran (81,99 persen), Mesuji (72,83 persen) dan Tulang Bawang Barat (55,11 persen).

Itulah yang disebutkan Febrilia Ekawati, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Lampung di Konferensi Pers Lampung Sanitation Week, Rabu (14/11/2018).

YKWS bekerjasama dengan Mitra Bentala telah mengantarkan Kabupaten Pringsewu mencapai 100 persen akses sanitasi dan dinyatakan sebagai kabupaten Open Defecation Free (ODF) pertama di Pulau Sumatera. Saat ini Kabupaten Lampung Selatan sedang dalam proses menuju ODF 100 persen.

 (Baca Juga: Cara Mudah Cek Keamanan Obat, Kosmetik dan Makanan yang Sudah Lulus Uji BPOM)

Di kesempatan yang sama, Mashabi, Direktur Eksekutif Mitra Bentala mengatakan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) bukan hanya dilakukan oleh orang yang tidak punya jamban sehat di rumah.

“Rumah tangga yang memiliki fasilitas kloset tapi tidak punya saluran pembuangan tinja termasuk BAB sembarangan. Ini menjadi concern di kota dan daerah pesisir,” ujarnya.

Peringati Hari Toilet Sedunia dengan Lampung Sanitation Week

SNV (Netherland Development Organisasi) Indonesia dan Pemerintah Provinsi Lampung berkerjasama dengan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), Mitra Bentala melalui program Voice For Change Partnership (V4CP), dan Water Sanitation, and Hygiene for Sustainable Development Goals (Wash SDGs) berkolaborasi menyelenggarakan Lampung Sanitation Week 2018.

 

”Momentum ini untuk mengingatkan kita akan potensi krisis akibat sanitasi buruk yang dapat mengancam generasi bangsa. Kami mengajak semua pihak berkolaborasi untuk memastikan setiap orang terhubung dalam sanitasi aman pada tahun 2030,” ujar Direktur Eksekutif YKMS Febrilia Ekawati saat Konferensi Pers Lampung Sanitation Week di Wayhalim, Bandarlampung, Rabu (14/11).

Lampung Sanitation Week merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama satu minggu mulai 19 – 25 November 2018. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran para pihak, khususnya anak muda dan masyarakat untuk peduli terhadap sanitasi di Provinsi Lampung.

Acara ini melibatkan semua stakeholder yang terdiri dari pemerintah, institusi pendidikan (sekolah dan universitas), Civil Society Organisation (CSO), dan anak muda.

“Melalui Lampung Sanitation Week, SNV Indonesia berharap isu sanitasi dapat diketahui banyak pihak dan rasa tanggung jawab untuk memperbaiki kondisi sanitasi di Provinsi Lampung menjadi kepedulian semua pihak,” terangnya.

Acara ini akan dimulai dengan kegiatan Sanitation Goes to Campus di STMIK Peringsewu pada 19 November. Dilanjutkan Learning event bertema “Pencapaian Target Universal Akses Sanitasi 2019 di Provinsi Lampung”. Learning event akan melibatkan dinas terkait dari 15 kabupaten/kota akan dilakukan di Hotel Horison Bandarlampung pada 21 – 22 November mendatang.

Kemudian pada 23-25 November akan ada Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang merupakan inisiatif Youth Empowerment for SDGs (YES).

“Sosialisasi CTPS ini akan diselenggarakan di sekolah-sekolah dasar di Bandarlampung, Metro & Lampung Selatan. Para siswa Sekolah Dasar dan masyarakat akan diberikan edukasi bagaimana praktek CTPS yang benar, waktu krisis CTPS dan dampak positif dari menerapkan CTPS. Melalui kegiatan CTPS, diharapkan kesadaran dini akan pentingnya CTPS bisa terbentuk,” ujarnya.

Puncak acara Lampung Sanitation Week ini akan dirayakan pada hari Minggu, tanggal 25 November. Dimulai pagi hari pada kegiatan Car Free Day, dengan melalukan kampanye bersama. Kemudian acara akan ditutup dengan kegiatan Festival Sanitasi di Mall Kartini Bandar Lampung. Festival ini melibatkan kader-kader Youth Sanitation Camp. Mereka akan mendeklarasikan komunitas pemuda lampung peduli sanitasi bernama YSC (Youth Sanitation Concern).

Khorik Istiana Ketua Pelaksana Festival mengatakan, dalam festival akan ada berbagai kegiatan seru, di antaranya Stand Up Comedy, Beat Box, dan Games.

“Selain itu, ada pameran foto dan talkshow dengan tema ‘Peran pemuda dalam pembangunan sanitasi di Provinsi Lampung. Akan ada group band indie Batas Senja,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini