nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas Resisten! Pasien Punya Hak Untuk Menolak Antibiotik dari Resep Dokter

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 18:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 15 481 1978382 awas-resisten-pasien-punya-hak-untuk-menolak-antibiotik-dari-resep-dokter-xb4YVJUJya.jpg Ilustrasi antibiotik (Foto: Conversation)

ANTIBIOTIK merupakan salah satu obat yang biasanya disertakan dalam resep dokter. Obat ini dianggap ampuh dalam menyembuhkan penyakit.

Merujuk pada fungsi dasar antibiotik itu sendiri, obat ini bekerja melawan bakteri penyebab penyakit. Makanya, dengan keberadaan antibiotik di dalam tubuh, biasanya bakteri akan mati.

Tapi, ternyata tidak semua penyakit itu memerlukan antibiotik. Seperti yang diterangkan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Dr. dr. Budiman Bela, SpMK, tidak semua penyakit memerlukan antibiotik.

BACA JUGA:

 Viral, Bocah Kehilangan Sendal Sehabis Shalat Jumat, Reaksinya Bikin Netizen Ngakak!

"Batuk, pilek, dan flu itu tidak perlu menggunakan antibiotik. Kemudian, untuk diare, kalau memang disertai dengan demam, ini ada kemungkinan dikarenakan infeksi virus. Tapi, tetap perlu pengecekan lebih lanjut untuk memastikan penggunaan antibiotik," terang dr Budimanan pada Okezone di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Kamis (15/11/2018).

Karena itu, pasien ketika diresepkan antibiotik oleh dokter, pasien punya hak untuk menolak obat antibiotik. "Itu adalah hak pasien untuk menolak menerima antibiotik pada resep dokter," sambungnya.

Di lain sisi, beberapa penyakit seperti tifus dan demam berdarah, yang mana ini merupakan penyakit yang dikarenakan infeksi bakteri, perlu menggunakan antibiotik. "Intinya, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang memang seharusnya menggunakan antibiotik," ujar dr Budiman.

 

Perlu Anda ketahui, penggunaan antibiotik yang berlebihan bisa menyebabkan resistensi antibiotik. Masalah ini bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Menurut World Health Organization (WHO), karena resistensi antibiotik ini, setiap tahunnya ada 700 ribu jiwa meninggal di dunia.

Nah, untuk mengendalikan masalah ini, sangat penting untuk mengimplementasikan upaya penatalaksanaan antibiotik. Aturan pengendaliannya sendiri sudah dikeluarkan melalui Permenkes No 8 Tahun 2015.

Melalui aturan ini, setiap rumah sakit diwajibkan untuk memiliki Tim Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) dan menerapkan program pengendalian antibiotik di rumah sakit masing-masing.

"Tantangannya sekarang adalah bagaimana semua komunitas kesehatan terutama manajemen rumah sakit agar secara konsisten mengimplementasikan aturan ini di lapangan," papar Dr Anis Karuniawati, PhD, SpMK (K).

BACA JUGA:

 Berbusana Seksi dengan Latex Dress, Manohara: "Saya Suka dengan Lekuk Tubuh Saya"

Dr Anis juga menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik secara umum itu sangat dilarang. Maksudnya adalah Anda sebagai pasien tidak diperbolehkan membeli antibiotik di apotek tanpa resep dan ini menjadi catatan juga untuk seluruk ahli medis untuk tidak memperbolehkan pasien membeli antibiotik tanpa resep.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini