Wanita Tidak Peduli dengan Kualitas Vagina-nya Sendiri?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 16 November 2018 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 16 485 1978663 wanita-tidak-peduli-dengan-kualitas-vagina-nya-sendiri-80837vzgbj.jpg Wanita tidak peduli dengan kualitas vaginanya? (Foto:Ist)

TIDAK bisa dipungkiri, perempuan biasanya sangat peduli dengan segala macam hal di dalam hidupnya. Sebatas mau pakai parfume yang mana saja akan menjadi perdebatan diri yang panjang.

Tapi, masalah Miss V ternyata diabaikan oleh banyak perempuan pascamenopause dan ini mengakibatkan mereka tidak memperdulikan kualitas hidup dirinya sendiri.

Dikutip Okezone dari New York Post, dalam jurnal Menopause yang diterbitkan Rabu (14/11/2018), dijelaskan di sana bahwa perempuan pascamenopause lebih cuek dengan Miss V-nya sendiri. Padahal, kondisi Miss V pascamenopause juga tetap harus diperhatikan.

Masalah seperti Vulvovaginal atrophy (VVA) diperkirakan memengaruhi hingga 98 persen wanita pascamenopause, dan dari jumlah tersebut banyak yang kemudian tidak mencari bantuan.

Peneliti mengumpulkan data lebih dari 2.000 wanita. Kondisi VVA ini banyak dialami mereka. Perlu Anda ketahui, masalah VVA ini sama berbahayanya dengan mereka yang mengalami masalah radang sendi, asma, dan sindrom iritasi usus.

(Baca Juga: Kisah Mengharukan Baby Sitter Berangkat Umrah Berkat Majikannya Meski Beda Agama)

(Baca Juga: Cucu yang Lahir dari Rahim sang Nenek)

"Meski pun perempuan dan penyedia layanan kesehatan mereka sering enggan membicarakannya, VVA memengaruhi kualitas hidup, harga diri, dan keintiman hubungan," kata Direktur Eksekutif Amerika Utara Menopause Society Dr JoAnn Pinkerton.

Menjadi catatan di sini bahwa masalah VVA akan mengarah pada apa yang diamini banyak perempuan sebagai kondisi yang wajar setelah mereka mengalami pascamenopause. Di mana kondisi seperti Miss V kering, rasa terbakar, dan gatal menjadi hal yang kemudian dianggap wajar. Padahal tidak!

Kondisi VVA bisa terjadi karena penurunan estrogen dan androgen yang mengakibatkan dinding Miss V menipis, berkurangnya elastisitas, dan terutama lubrikasi yang jauh lebih rendah.

Para peneliti mengatakan kurangnya pemahaman secara keseluruhan tentang kesehatan wanita membuat orang percaya bahwa gejala menyakitkan ini adalah bagian penting dan umum dari proses penuaan.

"Kabar baiknya adalah bahwa ada terapi over-the-counter, seperti pelumas dan pelembab Miss V, serta terapi resep Miss V lokal yang dapat mengurangi kekeringan vagina dan seks yang menyakitkan dan meningkatkan kualitas hidup bagi wanita," kata Pinkerton.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini