nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Habiskan Antibiotik Sisa, Malah Berbahaya untuk Tubuh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 19 November 2018 10:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 19 481 1979658 jangan-habiskan-antibiotik-sisa-malah-berbahaya-untuk-tubuh-fgCOzFMXGy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JIKA Anda di rumah memiliki antibiotik, sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. Pasalnya, antibiotik yang sudah lama tersimpan malah akan menjadi sumber penyakit untuk tubuh Anda.

Antibiotik adalah obat yang biasanya digunakan untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Dengan penggunaan antibiotik, proses penyembuhan penyakit yang dikarenakan infeksi bakteri akan lebih cepat dan Anda bisa segera sehat. Tapi, yang menjadi catatan di sini adalah tidak semua penyakit perlu antibiotik.

"Sangat wajar ketika kita yang tinggal di daerah tropis mengalami demam lalu trombosit turun. Gejala ini tidak melulu dikarenakan infeksi bakteri dan karena itu, rasanya tidak perlu mengonsumsi antibiotik. Apalagi pada kasus pasien flu atau demam yang baru terjadi 1-2 hari," terang Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Erni Nelwan, SpPD-KPTI.

Baca Juga: Netizen Sebut Video Ini Awal Terjadinya Konflik Kaesang dan Jan Ethes, Apa yang Terjadi Sebenarnya?

Dr Erni melanjutkan, penggunaan antibiotik pada pasien harus sesuai dengan resep dokter. Sebab, ketika tidak mengikutinya dengan baik maka yang terjadi adalah proses penyembuhan akan tidak maksimal, dan penyakit jadi lebih lama sembuhnya.

Selain itu, dr Erni juga menegaskan untuk tidak menimbun antibiotik di rumah. Hal ini berkaitan dengan kualitas antibiotik yang sudah tidak lagi baik seperti pertama kali diresepkan dokter.

"Maksudnya, ketika Anda sudah sembuh dan antibiotiknya nyisa, ya, tidak boleh kemudian mengonsumsi antibiotik sisa itu. Hal ini meningkatkan masalah resistensi antibiotik dalam tubuh," papar dr Erni.

Baca Juga: 10 Tanda Seseorang Akan Meninggal Dunia

"Jadi, sekalipun Anda memiliki gejala penyakit yang sama dan meyakini antibiotik di resep sebelumnya ampuh untuk hilangkan penyakit, hal ini sangat keliru dan tidak boleh dilakukan," tegasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini